Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriyanto.
Supriyanto mengatakan penjualan sepeda motor di tahun 2013 ini minimal akan sama seperti di tahun 2012 lalu atau bisa juga sedikit naik dari target yang ditetapkan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu terjadi karena banyak kendala yang akan dihadapi oleh pelaku usaha di bidang otomotif terutama faktor kenaikan uang muka kredit bank syariah yang akan sama seperti bank konvensional pada bulan April mendatang.
Menurut Supriyanto, kenaikan uang muka dampaknya sangat begitu signifikan. Tahun lalu saja pabrikan sepeda motor Honda gagal untuk berinvestasi pabrik. Honda terpaksa menunda investasi di pabrik terbarunya.
"Tapi mudah-mudahan ini sementara karena ke depannya demannya juga masih panjang. Pasti suatu saat pada waktu tertentu akan ada investasi lagi dan normal kembali," lugasnya.
Dengan begitu, lanjut Supriyanto memaparkan dengan deman yang masih panjang, tidak akan menutup kemungkinan tahun ini pabrikan yang menunda investasi akan kembali meneruskan rencananya.
"Ya kita doakan demandnya naik lagi maka dengan begitu investasi akan naik lagi," tukasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?