Pabrik ini mampu memproduksi 2 juta unit motor dalam 1 tahunnya. Luar biasa! Tapi bagaimana kira-kira 'dapur' motor Yamaha terbesar di dunia ini ya Otolovers?
Pabrik yang berdiri di lahan seluas 35,6 hektare ini dihuni oleh 5.557 orang karyawan. Nah dalam proses perakitan sepeda motor Yamaha di pabrik Yamaha Motor Manfacturing West Java (YMMWJ) ini selain dibantu oleh tenaga manusia dan robot ternyata dibandu juga oleh sepeda motor listrik. Motor listrik Yamaha ini akan membantu menarik perangkat yang sekiranya berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sugiono, ada 50 unit motor listrik Yamaha yang 'bergentayangan' di dalam pabrik. Masing-masing line produksi tersedia 3 unit motor listrik.
"Jumlahnya kurang lebih 50 unit. Setiap line ada 3 unit. Kita disini punya 10 line, jadi motor listrik ini bisa membantu karyawan yang akan menarik part-part berat," paparnya.
Part yang ditarik oleh motor listrik ini seperti blok mesin bodi silinder dan beberapa perangkat berat lainnya. Tujuannya agar mempermudah dan mempercepat kerja karyawan dalam menarik perangkat berat tersebut.
Sugiono menambahkan, kinerja motor listrik Yamaha ini dapat dikatakan maksimal. Sebab dalam kondisi baterai penuh dapat beroperasi maksimal selama 12 jam dan minimal 4 hingga 6 jam.
"Ketahanan baterainya kalau dipakai normal bisa mencapai 12 jam. Tapi kalau sering digunakan menarik alat berat hanya bisa 4 hingga 6 jam saja dan waktu pengisian baterainnya dari kosong ke penuh hanya perlu waktu 5 jam," tutupnya.
Ini Alasan Yamaha Selalu Meluncurkan Motor di Kota Kembang
Di sisi lain, belakangan ini Yamaha Indonesia sering meluncurkan sepeda motor terbarunya di Bandung. Sebelumnya ada Yamaha Fino dan Mio J, kali ini New V-Ixion yang akan diluncurkan di kota kembang. Kira-kira apa alasan Yamaha melirik Bandung sebagai tempat peluncuran sepeda motor terbarunya?
General Manager Marketing Communication & Community Management Yamaha Indonesia Eko Prabowo, mencoba memaparkan hal tersebut.
Menurut Eko pada intinya tidak ada apa-apa. Hal itu hanya faktor kebetulan dan sama sekali tidak ada pengaruh ke penjualan Yamaha di Indonesia.
"Itu hanya faktor kebetulan saja. Kami (Yamaha) sama sekali tidak melihat karena faktor penjualan di Bandung itu tinggi dibanding kota-kota lain," ungkap Eko saat berbincang dengan detikOto, di pabrik Yamaha Motor Manufacturing West Java, Karawang, Jawa Barat, Jumat (14/12/2012).
Lebih jelas Eko memaparkan, untuk New V-Ixion yang akan diluncurkan di Bandung juga karena melihat ada beberapa tempat yang menarik dan sesuai dengan karakter New-V-Ixion.
"Ada masukan juga dari para wartawan dan ank klub kalau peluncurannya jangan jauh-jauh. Maka dari itu kami pilih Bandung dan kebetulan di sana ada tempat yang sesuai dengan karakter New V-Ixion," timpal Eko.
Eko menambahkan, nantinya sebelum diluncurkan New V-Ixion ini akan dijajal oleh para awak media otomotif nasional dan beberapa perwakilan klub Yamaha di Jakarta dan sekitarnya.
"Nanti jalur lembang yang akan kita coba untuk menguji akselerasi dan performa New-V-Ixion," cetusnya.
Lebih lanjut, untuk Bandung sendiri pasar sepeda motor Yamaha masih dikuasai oleh motor matik dan untuk motor sport masih tergolong kecil. Market motor sport terbesar Yamaha masih dipegang oleh wilayah Jakarta.
"Di Bandung market motor sport ada tapi kecil. Untuk sport, Jakarta masih menguasai dengan pangsa pasar lebih dari 50 persen. Motor sport itu sendiri lebih mengacu pada life style dan kota-kota besar itu sendiri yang selalu menghadirkan gaya hidup yang moderen," tandasnya.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih