DP Kredit Motor Bakal Naik

DP Kredit Motor Bakal Naik

- detikOto
Jumat, 30 Nov 2012 18:45 WIB
DP Kredit Motor Bakal Naik
Bandung - Bank Indonesia sudah memutuskan untuk menyeragamkan uang muka kredit pada bank syariah. Rencananya uang muka kredit kendaraan untuk bank syariah yang kini menjadi 30 persen akan ditetapkan pada awal tahun depan dan berlaku tiga bulan setelahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Direktur PT Astra Honda Motor, Johannes Loman, mengatakan DP Syariah itu memiliki peran yang penting dalam penjualan motor Honda di Indonesia. Buktinya konsumen Honda yang membeli secara kredit 75 persennya berasal dari bank Syariah.

"Kalau nanti Syariah sama seperti konvesional lagi, maka uang muka sepeda motor bisa dipastikan naik lagi," tutur Johannes disela acara Workshop Wartawan Industri dan Otomotif 2012 di Bandung, Jumat (30/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, untuk dampak kedepannya Yohannes masih belum bisa memprediksi apakan akan berpengaruh besar atau tidak terhadap penjualan sepeda motor Honda di Tanah Air.

"Dampaknya kita masih belum tahu. Tapi kalau penurunan pasti ada, tapi kita akan hitung dan pelajari terlebih dulu," imnbuhnya.

Sementara itu, Yohannes berharap dengan adanya kenaikan UMP (Upoah Minimum Provinsi) yang kini menjadi Rp 2,2 juta dapat membantu penjualan sepeda motor di Indonesia.

"Maunya sih pendapatan bertambah maka penjualan sepeda motor juga akan bertambah, Itu yang kami harapkan," tutupnya.

Kebijakan yang akan akan ditetapkan pada awal tahun depan dan berlaku tiga bulan setelahnya itu akan menjadi pukulan tambahan setelah pertengahan tahun ini Bank Indonesia juga sudah menerapkan kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan pada bank dan leasing konvensional.

Pada aturan baru nanti, uang muka di bank atau leasing syariah akan sama persis dengan aturan pada bank konvesional. Yakni minimal DP 20% untuk kendaraan untuk keperluan produktif, dan DP 30% bagi kendaraan dengan orientasi konsumtif.

(ady/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads