Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso saat menggelar ekspos di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Senin (12/11/2012). "Tidak ada modus baru, hanya saja pepet motor terlihat mengalami peningkatan," ujar Rakhman.
Ia menjelaskan, bahwa pelaku tidak pandang bulu dalam melancarkan aksinya. Yang penting ada kesempatan, mereka akan memanfaatkannya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya waktu penjambretan dengan cara pepet motor ini dilakukan mulai dari waktu pulang kantor.
"Hati-hati, waktunya biasanya dari pulang kantor sampai jam 10 malam," tutur Rakhman.
Sementara untuk kasus curanmor, ia menyebut modus yang dilakukan masih dengan menggunakan kunci letter T. Sehingga diimbau pengendara sepeda motor menggunakan kunci ganda sebagai pengamanan untuk barangnya.
"Kami imbau masyarakat agar sedapat mungkin menggunakan untuk pengamanan kendaraannya. Karena pencurian sepeda motor masih dominan dilakukan dengan letter T," katanya.
Tercatat selama bulan Oktober, 32 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) dimana diantaranya terdapat kasus curanmor. Ada 7 sepeda motor yang berhasil diamankan selama bulan Oktober.
Beberapa kasus penjambretan yang ter selama bulan Oktober 2012 di antaranya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Arcamanik, Jalan Cijerah, Jalan Soekarno Hatta, Jalan LRE Martadinata, Jalan Cihampelas dan Jalan Cidondewah.
(tya/ern)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit