Namun, seperti halnya ketiga merek tadi, BMW Motorrad bukan akan memilih Indonesia sebagai tempat kelahiran motor besarnya, melainkan Thailand.
Dilansir Bangkok Post, Menteri Perindustrian Thailand M.R. Pongsvas Svasti mengatakan kalau pabrikan Jerman itu sudah menyatakan ketertarikannya untuk memproduksi motor besar mereka di negeri tirai bambu itu. Pernyataan itu dibuat setelah pemerintah Thailand bertemu dengan perwakilan BMW AG dan BMW Group Thailand.
Pendekatan yang dilakukan Thailand terhadap merek-merek terkenal itu sendiri sejalan dengan rencana dari Board of Investment (BoI) setempat yang berniat untuk menjadikan Thailand sebagai pusat moge di ASEAN.
Untuk menjadikan Thailand sebagai pusat pembuatan moge di ASEAN, pemerintah Thailand berniat memberikan insentif bagi para produsen yang memproduksi motor 250 cc ke atas. Berkembang dari sebelumnya yang hanya memberikan insentif bagi motor 500 cc ke atas.
BMW bersiap untuk membuat pabrik mobil di provinsi Rayong namun detailnya belum bisa diungkapkan. Pabrik tersebut menurut Sekjen BoI Atchaka Sibunruang bisa juga digunakan sebagai pabrik motor. Dia pun berharap dalam dua atau tiga tahun ke depan sudah ada pabrik moge BMW di sana.
"Kecenderungan tren motor besar jenis ini (250 cc keatas) mengalami pertumbuhan secara global, sedangkan pasar untuk model 500 cc (keatas) turun, karena mahal," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila pabrik-pabrik moge dari berbagai merek itu mulai beraktivitas, bisa jadi harga moge untuk pasar ASEAN termasuk Indonesia juga akan turun karena adanya perjanjian perdagangan antar negara-negara di ASEAN.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini