Kredit Motor Jauh dari Macet

Kredit Motor Jauh dari Macet

- detikOto
Kamis, 23 Agu 2012 14:56 WIB
Kredit Motor Jauh dari Macet
Jakarta - Rencana pemberlakukan uang muka kredit kendaraan bermotor minimal 25 persen di lembaga pembiyaan syariah mendapat kritik. Para pelaku industri sepeda motor menilai alasan penerapan ketentuan itu yang bermaksud mencegah kredit macet, tidak berasalan.

Sebab, data yang dihimpun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menunjukkan, tingkat kredit macet sepanjang 2011 hanya 2 persen.

"Artinya masih jauh dari kredit macet,” ujar Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata kepada Harian Detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunadi mengilustrasikan penjualan sepanjang 2011 lalu, dari sekitar 8 juta unit sepeda motor yang terjual, hanya 160 ribu unit yang ditarik kembali oleh perusahaan pembiayaan.

"Jumlah itu jauh dari mengkhawatirkan," kata Gunadi.

Selain, tingkat kepatuhan konsumen, saat ini lembaga pembiayaan juga memiliki aturan ketat. Mereka juga sudah memiliki pengalaman mengurusi bidang pembiayaan. Faktor kehati-hatian sangat diperhatikan. Sehingga sangat selektif dalam menyetujui kredit yang diajukan.

Pengamat otomotif Suhari Sargo berpendapat, saat ini tingkat kepatuhan para debitur kredit sepeda motor sangat tinggi.

Sebab, sepeda motor menjadi andalan utama untuk bekerja di tengah kondisi jalan yang akut dan sarana angkutan umum yang tak nyaman.

Selain biayanya murah, sepeda motor juga dinilai lebih efisien. Sehingga, bila motor yang mereka beli ditarik lembaga pembiayaan, mereka akan rugi secara finansial maupun waktu. "Itu pertimbangannya mereka patuh," kata Suhari.

Rencana pemberlakukan uang muka kredit minimal 25 persen untuk pembaga keuangan syariah disampaikan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.

Saat ini Bank Sentral tengah menggodok aturan yang menetapkan bank dan lembaga keuangan syariah harus menetapkan kentuan uang muka minimal 25 persen untuk sepeda motor, 30 persen untuk roda empat, dan 20 persen untuk kendaraan niaga.

"Mudah-mudahan akhir bulan ini (Agustus) sudah rampung," kata Darmin.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads