Apabila, jadi dilaksanakan diyakini penjualan sepeda motor bakal merosot hingga 30 persen.
"Sebab, sebelumnya lembaga syariah dinilai sebagai alternatif karena tidak masuk dalam aturan (uang muka minimal) itu," kata Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kepada Harian Detik akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, ketika ketentuan uang muka minimal 25 persen diberlakukan, penjualan kendaraan ini melorot.
Sigit Kumala, Chief Honda Sales Operation Astra Honda Motor mengatakan, sepanjang Juni lalu, terutama setelah ketentuan uang muka minimal diberlakukan pada tanggal 15 Juni, penjualan motor terus menurun.
"Sehingga, dia akhir bulan itu penjualan turun sekitar 11 persen dibanding bulan sebelumnya," kata Sigit yang juga ketua bidang komersial AISI ini.
Penurunan pengajuan kredit pasca pemberlakuan ketentuan tersebut juga diakui oleh perusahaan pembiayaan Adira Multi Finance.
Bahkan menurut Deputi Direktur Adira Multi Finance, Cornel Nugroho sepanjang bulan Juni terjadi penurunan hingga 20 persen. Sedangkan penyaluran pembiayaan hanya Rp 2,6 triliun, padahal Mei mencapai Rp 3,3 triliun.
Gunadi menyebut, penjualan hingga akhir tahun diperkirakan hanya 6,3 juta unit. Padahal, target yang dipatok AISI sebanyak 8,3 juta unit.
Perhitungan ini belum menghitung bila lembaga keuangan syariah terkena aturan tersebut.
Rencana pemberlakukan uang muka kredit minimal 25 persen untuk pembaga keuangan syariah disampaikan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.
Saat ini Bank Sentral tengah menggodok aturan yang menetapkan bank dan lembaga keuangan syariah harus menetapkan kentuan uang muka minimal 25 persen untuk sepeda motor, 30 persen untuk roda empat, dan 20 persen untuk kendaraan niaga.
"Mudah-mudahan akhir bulan ini (Agustus) sudah rampung," kata Darmin.
Pengamat otomotif Suhari Sargo mengatakan, konsumen sepeda motor terbesar adalah kelompok masyarakat menengah bawah yang sensitif terhadap harga. Pembeliannya, sekitar 75 β 80 persen secara kredit.
"Sehingga bila terjadi gejolak harga, termasuk uang muka, sangat berpengaruh," ujarnya.
Bisik-bisik di kalangan ATPM motor, setelah kenaikan DP di bank konvensional, kredit di bank syariah meningkat drastis. Bahkan porsi kreditnya mencapai 70 persen syariah sisanya konvensional.
Artikel ini telah dipublikasikan di Harian Detik edisi Kamis (23/8/2012). Di edisi ini, Anda bisa juga membaca artikel lainnya. Klik di sini
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok