"Segmen Bajaj Pulsar 135 kena, itu pengaruh pada penjualannya. Di pabrikan Jepang seperti momok, di Bajaj mengalami hal yang sama," kata Marketing Event & PR Manager PT Bajaj Auto Indonesia, M. Rizal Tandju di Jakarta.
Menurutnya selama belum diberlakukan kenaikan DP kendaraan, penjualan Pulsar 135 tinggi, karena menjadi incaran konsumen Bajaj. Namun karena peraturan baru pemerintah, penjualan motor Pulsar 135 turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Rizal menilai, kenaikan besaran uang muka tidak berpengaruh pada penjualan Pulsar 180, dan 220. Penjualan motor tersebut masih baik, bahkan penjualan Pulsar 220 meningkat.
"Untuk yang tipe atas tidak, segmen itu malah bertahan bahkan model 220 naik," ujarny.
Lebih jauh ia melihat, untuk mengantisipasi penurunan penjualan, BAI mengadakan promo berhadiah langsung telepon genggam jika melakukan SPK. Promo tersebut berlaku untuk setiap pembelian motor Bajaj Pulsar 135.
"Antisipasi promo Blackberry, Samsung Galaxy. Untuk pulsar 135 cc," pungkasnya.
Dan antisipasi lainnya, rencananya BAI akan mengandalkan sistem kredit syariah. Cara ini agar daya beli konsumen untuk membeli motor tetap kuat.
"Kita sudah mencoba syariah. Kita syariah baru di PRJ (Pekan Raya Jakarta), tapi rasanya itu sangat sedikit dari total kredit. Untuk sementara komposisi antara kredit dan cash 70 persen cash dan 30 persen kredit. Sedangkan kredit syariah belum terdeteksi," tutupnya.
(ikh/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!