Angka tersebut tentu mengkhawatirkan. Apalagi korban kecelakaan kebanyakan adalah masyarakat yang sedang dalam usia produktif.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso dalam seminar Intellegent Transport System mengatakan bahwa tingginya angka kecelakaan terutama kecelakaan yang melibatkan sepeda motor adalah suatu hal yang sangat menakutkan.
Apalagi angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor pun menurutnya makin tahun makin meningkat saja.
"Angka kecelakaan kita cukup tinggi 30.000-40.000 dalam 1 tahun. Kita punya target untuk menurunkannya sebanyak 26 persen sampai 2020. Ini bukan pekerjaan mudah dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal itu, Suroyo pun berkelakar apakah kita harus seperti Jepang saja yang memasarkan motor listrik yang hanya bisa berjalan pelan.
"Di Jepang kebanyakan pakai motor listrik. Apa mungkin kita harus jual sepeda motor yang jalannya 10 km/jam saja. Apalagi iklan motor di sini gambarnya wes, wes, wes (orang mengebut)," katanya.
Untuk itu, dia pun menekankan agar disiplin berlalu lintas harus menjadi budaya dan ditegakkan dengan tegas sambil pemerintah daerah membangun sistem transportasi yang lebih memadai.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?