DP Kredit Motor Naik, Pembangunan Pabrik Honda Terancam

DP Kredit Motor Naik, Pembangunan Pabrik Honda Terancam

- detikOto
Selasa, 01 Mei 2012 15:21 WIB
DP Kredit Motor Naik, Pembangunan Pabrik Honda Terancam
Jakarta - Kenaikan ambang batas Down Payment (DP) diperkirakan akan menghantam dan menurunkan penjualan motor di Indonesia. Bila hal itu benar terjadi, maka besar kemungkinan Honda akan mengkaji ulang rencana mereka untuk membangun pabrik motor baru di Indonesia.

Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman mengatakan bahwa kenaikan ambang batas DP itu kemungkinan akan mereduksi penjualan motor hingga 30 persen ketika dilaksanakan pada Juni mendatang.

"Pabrik baru sampai sekarang masih sesuai plan, tapi kalau kebijakan DP ini berefek seperti yang kita takutkan tentu akan kita tinjau ulang," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Loman lalu menjelaskan kalau kebijakan DP ini tidak hanya akan berefek pada Honda sebagai pabrikan. Sebagai dalam produksi dan penjualan motor serta perawatannya itu mencakup banyak pihak.

"Saat ini kita punya 18 ribu pekerja, 150 vendor komponen, 1.500 jaringan penjualan, 1.300 bengkel dan 1.000 partshop. Itu pasti ikut terpengaruh. Itu baru di tiers 1, belum di tiers 2 dimana ada 1.000an vendor. Kalau Honda turun, semua akan turun," tandasnya.

Seperti diketahui, Honda memiliki rencana mengucurkan investasi senilai Rp 3,128 triliun untuk pembangunan pabrik keempat mereka di Indonesia.

Pabrik tersebut akan memproduksi motor model skutik berkapasitas produksi 1,1 juta unit dengan mempekerjakan 3.000 pekerja baru.

Dengan pabrik tersebut maka total kapasitas produksi sepeda motor Honda di Indonesia akan mencapai 5,3 juta per tahun.

Pasar motor nasional sendiri di tahun 2011 mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah yaitu sekitar 8,01 juta unit, tumbuh 8,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penjualan AHM pada tahun 2011 tercatat 4,27 juta unit, tumbuh 25,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau jauh malampaui pertumbuhan pasar. Pada tahun 2012, AHM menargetkan dapat menjual 4,6-4,8 juta unit sepeda motor dengan prediksi bahwa total pasar akan meningkat menjadi sekitar 8,4-8,7 juta unit.

Rencana itu lalu dihantui peningkatan ambang batas DP yang akan mulai diberlakukan pada Juni 2012 mendatang. Ketentuan itu lahir setelah Bank Indonesia (BI) membatasi uang muka (down payment/DP) kredit motor minimal 25 persen dan mobil 30 persen untuk pengajuan kredit kendaraan di perbankan.

Kementerian Keuangan kemudian menyusul membatasi DP kredit kendaraan di perusahaan multifinance atau leasing minimal 20 persen untuk motor dan 25 persen untuk mobil. Kebijakan itu akan berlaku mulai Juni nanti.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads