Dengan pembangkit listrik tenaga air skala kecil ini, masyarakat yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Sukamulya, Sukabumi, Jawa Barat kini dapat menikmati listrik dengan lebih baik.
Pembangkit listrik yang memiliki nama Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 6400 watt tersebut mampu menerangi kira-kira dapat menerangi 63 rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah program yang akan kami jalankan. Untuk saat ini, pembangunan pembangkit listrik di Ciptagelar akan terus kami lakukan. Tahun ini kami akan lakukan lagi di wilayah lain seperti Bima atau Wonosobo yang saat ini tidak mendapai suplai listrik dari PLN," tandasnya sesaat setelah peresmian dilakukan, Sabtu (25/2/2012).
Pembangunan PLTMH ini dilakukan dengan memanfaatkan aliran sungai Cibarengkok. Untuk PLTMH ini AHM membangun saluran air 420 meter dan pipa pesat sepanjang 87 meter yang bermuara pada sebuah rumah turbin. Di lokasi ini, ditempatkan sebuah generator yang nantinya akan menghasilkan listrik dan akan disalurkan ke rumah-rumah penduduk.
Di sisi lain pembangunan PLTMH ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian tentang perlunya pemeliharaan hutan sebagai area tangkapan air, karena air merupakan sumber PLTMH yang selalu harus terjaga ketersediaan dan debitnya. Dengan demikian, diharapkan secara kolektif masyarakat akan menjaga kelestarian hutan.
"Sebelum adanya pembangkit listrik dari Honda ini, kami sudah punya pembangkit listrik sendiri, bukan dari PLN, tapi kapasitasnya tidak cukup yang sering bikin mati lampu, dengan turbin baru ini, diharapkan mati lampu tidak terjadi lagi," ujar warga Kesepuhan Ciptagelar, Yoyoyogasmana.
Kepala Kesepuhan Ciptagelar Abah Ugi Sugriana Rakasiwi mengatakan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat. "Karena dengan pembangkit ini Kesepuhan dapat lebih menikmati listrik," katanya.
Hal senada juga disuarakan oleh Kepala Desa Sirnaresmi yang menaungi Kesepuhan Ciptagelar Ujang Suhendi. "Dengan pembangkit ini, semoga masyarakat dapat mengikuti perkembangan dan meningkatkan ekonominya," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas