'Motor Dicaci Tapi Dibutuhkan'

'Motor Dicaci Tapi Dibutuhkan'

- detikOto
Jumat, 24 Feb 2012 11:20 WIB
Motor Dicaci Tapi Dibutuhkan
Jakarta - Bagai buah simalakama, meningkatnya populasi motor di Indonesia dikeluhkan banyak pihak yang berujung pada wacana pembatasan. Tapi di sisi lain, motor adalah penggerak ekonomi negara karena menyumbang pajak dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

"Motor itu suka dicaci, tapi dibutuhkan," ujar Ketua umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata di Jakarta.

Gunadi lalu menjelaskan kalau motor dibutuhkan masyarakat untuk beraktifitas seperti bekerja dan lainnya disebabkan karena ketidak-mampuan pemerintah memberikan pelayanan angkutan publik yang nyaman. Sehingga motor dipilih sebagai alternatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjualan motor sendiri menurut data AISI tercatat terus meningkat tiap tahunnya. Di tahun 2010, ada 7,4 juta motor yang terjual di Indonesia untuk kemudian meningkat lagi menjadi 8,2 juta unit di 2011.

Dan di 2012 ini diperkirakan akan ada 9 juta motor yang terjual. "Tahun depan bisa 10 juta dan (peningkatan) itu belum akan berhenti," tambah Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi.

Gunadi juga menuturkan bahwa pertumbuhan motor ini akan terus meningkat hingga setidaknya tahun 2025 mendatang. Apalagi, lembaga perkreditan yang menopang 85 persen penjualan sudah sangat memudahkan masyarakat untuk membeli motor.

"Motor akan terus tumbuh karena angkutan publik belum memadai," tambah Gunadi.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Sarana Kota Jakarta Adrianto mengatakan kalau saat ini pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jakarta, tengah berusaha untuk menjawab keinginan masyarakat dengan menghadirkan angkutan massal yang nyaman.

"Itu tantangan kita. Kita terus berusaha untuk memberikan angkutan umum yang layak dan nyaman, karena kita percaya kalau angkutan umum nanti sudah memadai penjualan kendaraan tidak akan sebesar sekarang dan kemacetan juga bisa terurai. Karena itu kita terus berusaha," tandasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads