"Motor itu suka dicaci, tapi dibutuhkan," ujar Ketua umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata di Jakarta.
Gunadi lalu menjelaskan kalau motor dibutuhkan masyarakat untuk beraktifitas seperti bekerja dan lainnya disebabkan karena ketidak-mampuan pemerintah memberikan pelayanan angkutan publik yang nyaman. Sehingga motor dipilih sebagai alternatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan di 2012 ini diperkirakan akan ada 9 juta motor yang terjual. "Tahun depan bisa 10 juta dan (peningkatan) itu belum akan berhenti," tambah Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi.
Gunadi juga menuturkan bahwa pertumbuhan motor ini akan terus meningkat hingga setidaknya tahun 2025 mendatang. Apalagi, lembaga perkreditan yang menopang 85 persen penjualan sudah sangat memudahkan masyarakat untuk membeli motor.
"Motor akan terus tumbuh karena angkutan publik belum memadai," tambah Gunadi.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Sarana Kota Jakarta Adrianto mengatakan kalau saat ini pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jakarta, tengah berusaha untuk menjawab keinginan masyarakat dengan menghadirkan angkutan massal yang nyaman.
"Itu tantangan kita. Kita terus berusaha untuk memberikan angkutan umum yang layak dan nyaman, karena kita percaya kalau angkutan umum nanti sudah memadai penjualan kendaraan tidak akan sebesar sekarang dan kemacetan juga bisa terurai. Karena itu kita terus berusaha," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda