Lembaga konsultan asal Belgia, Transport & Mobility Leuven menjelaskan bahwa pergeseran kecil para pengguna mobil ke motor sudah cukup untuk secara signifikan mengurangi kemacetan dan mereduksi emisi.
Dilansir gizmag, Kamis (16/2/2012) hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Association des Constructeurs EuropΓ©ens de Motocycles (ACEM) 2012 Conference beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan bila 25 persen para pengguna mobil di jalanan rela beralih ke motor, maka diprediksi kemacetan akan mampu terurai.
Penelitian ini didasarkan pada sebuah pengamatan di jalan raya antara Leuven dan Brussels di Belgia meski tentu saja tidak bisa disamaratakan dengan kondisi jalan lainnya, termasuk di Indonesia.
Sebab, para peneliti pun mengakui kalau kemacetan yang berkembang di tiap jalan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, yang tergantung pada keadaan setempat, seperti kondisi lalu lintas lokal dan hambatan lokal dan ruas hulu jalan. Namun, penelitian yang dilakukan ini diklaim dihitung untuk mencari angka global.
"Hubungan antara pergeseran dan perubahan arus lalu lintas, pengurangan waktu perjalanan dan pengurangan dalam waktu tempuh kendaraan juga akan berbeda untuk setiap lokasi," papar para peneliti tersebut.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil