Ketua umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata memprediksi hal itu sangat mungkin terjadi karena tidak meratanya pendapatan di Indonesia dan infrastruktur angkutan massal yang masih belum bisa dikatakan baik.
Banyak pihak mengatakan kalau dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi perpindahan dari pengguna motor ke mobil seiring dengan naiknya pendapatan per kapita Indonesia, namun, Gunadi mengatakan hal itu masih sulit terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak akan ada perpindahan yang signifikan dari sepeda motor ke mobil. Memang seberapa besar insentif yang mau diberikan pemerintah agar mobil bisa dimiliki oleh semua?," tanya Gunadi.
Gunadi lalu menjelaskan bahwa sejak tahun 2005 silam memang terjadi booming penjualan sepeda motor yang membuat peningkatan penjualan motor sempat mencapai angka 15-20 persen. Tapi bila merunut lebih ke belakang lagi, angka pertumbuhan kita sebenarnya stabil.
"Pertumbuhan alamiah kita antara 10-12 persen per tahun," tandasnya.
Gunadi menjelaskan dalam 10-20 tahun ke depan pasar motor Indonesia dia prediksi masih akan terus meningkat. "Saya kita kita baru melambat di 2025," ungkapnya.
"Tahun ini atau tahun depan kita bisa capai 10 juta unit," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi