Program yang dinamakan 'UK H2Mobility' itu diluncurkan diluncurkan karena beberapa alasan seperti teknologi baterai listrik yang belum memuaskan serta mesin bensin yang dianggap makin kuno hingga akhirnya mereka memilih hidrogen atau fuel cell sebagai masa depan.
Proyek baru ini akan menyelidiki potensi hidrogen sebagai bahan bakar masa depan termasuk membuat skema rencana untuk infrastruktur pengisian bahan bakar untuk motor di masa depan.
Menteri Negara untuk urusan Bisnis, Inovasi dan Keterampilan Inggris Mark Prisk mengatakan kalau hidrogen adalah salah satu pilihan yang layak dipikirkan oleh dunia.
"Hidrogen semakin diakui sebagai salah satu pilihan yang layak agar kita bisa pindah ke masa depan otomotif yang rendah karbon," katanya seperti detikOto kutip dari visordown, Minggu (22/1/2012).
"Bahan ini sangat efisien, dapat diisi dalam beberapa menit, memiliki rentang perjalanan yang setara dengan mesin pembakaran konvensional, dan nol emisi," tambahnya.
"UKH2Mobility akan membawa serta keahlian industri untuk menetapkan Inggris sebagai pemain global yang serius dalam pembuatan dan penggunaan kendaraan sel bahan bakar hidrogen listrik dan infrastruktur pendukung," imbuhnya lagi.
Dengan program ini, Inggris pun sudah barang tentu diperkirakan akan memimpin dunia otomotif untuk urusan teknologi dan populasi kendaraan hidrogen dimasa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?