Chief DDS 2 PT Yamaha Motor Kencana Indonesia yang membawahi penjualan motor Yamaha di Jawa Barat, Muliadi mengakui saat ini permintaan masyarakat Jabar pada Byson memang sangat tinggi.
"Kita sampai keteteran," ujarnya di Bandung. "Permintaan kita jauh lebih tinggi dibanding dengan suplai yang bisa kita dapat. Ada beberapa daerah di Jawa Barat indennya sampai 6 bulan, tapi tidak semua daerah di Jabar begitu," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, rencana Yamaha untuk melipat-gandakan produksi Byson secara nasional menjadi 10.000 unit per bulan sangat dinanti.
Sementara bila dilihat dari potensi pasar roda dua secara keseluruhan, Jabar menurut Muliadi memiliki potensi yang sangat besar. Dari data yang dipegang Muliadi di Jawa Barat ada 38 juta penduduk dengan rasio kepemilikan motor dibanding penduduk adalah 1:10. Padahal di Thailand saja rasionya 1:3.
"Hitungan tadi belum termasuk Bekasi dan Bogor. Karenanya, potensi penjualan motor di wilayah Jawa Barat memang masih cukup besar," jelas Muliadi.
Diperkirakan pada tahun ini di wilayah yang dipegang DDS 2 (Jabar tanpa Bekasi dan Bogor) akan ada 650 ribu motor yang terjual. Dari angka tersebut, Yamaha diproyeksi akan mampu melepas 310 ribu diantaranya atau 41 persen dari market yang ada atau turun 2 persen dibanding tahun lalu yang berada di angka 43 persen.
Angka ini tumbuh tipis sekitar 3 persen dibanding tahun lalu yang menurut Muliadi mengalami lonjakan cukup tajam dibanding 2009.
"Saat ini mulai stabil. Tahun lalu kita tumbuh sampai 26 persen," tandasnya.
"Kontribusi terbesar masih dipegang matik dengan komposisi sebanyak 60 persen. Mio jawaranya. Sport pegang 15 persen, sisanya bebek," papar Muliadi lagi seraya mengatakan kalau 85 persen dari pembeli Yamaha di wilayah ini menggunakan jalur kredit untuk mendapatkan motor idamannya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?