"Pabrik yamaha di Thailand kini tidak ada masalah, beberapa waktu lalu memang ada 40 suplier yang mengalami masalah banjir sampai kita menghentikan distribusi 1 bulan lamanya, tapi minggu lalu pabrik kami sudah normal kembali," ungkap Service Advisor Thai Yamaha Motor (TYM) di Bandung.
"Jadi saat ini sudah tidak ada masalah," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita di Indonesia tidak ada pengaruh. Komponen itu kan produksinya disebar ke berbagai negara, Thailand, Indonesia dan lainnya. Untuk part yang diproduksi di Thailand, untungnya kita masih punya stok. Malah kita sempat bantu rekan-rekan di Thailand dengan mengirim part yang kita produksi disini," ujar Advisor Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Takayuki Ogomori ditempat yang sama.
Namun, hal positif di urusan kesediaan spare part itu berbanding terbalik dengan penjualan Yamaha. Sebab akibat penutupan pabrik Yamaha selama 1 bulan itu cukup memukul penjualan motor Yamaha di Indonesia.
Soalnya salah satu vendor yamaha yang mengurusi karburator, injeksi dan radiator harus ikut terendam banjir. Akibatnya, Lexam, Xeon, Jupiter MX, V-ixion pun sempat terganggu yang pada akhirnya menyebabkan penjualan Yamaha di Oktober hanya sebanyak 252.927 untit atau turun dari perolehan bulan September yang mencapai 276.284 unit.
"Jangan khawatir, sampai saat ini stok produksi kita masih ada hingga bulan Januari," jelas GM Promotion and Motorsport, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Eko Prabowo di Puncak, Bogor, saat Sunday Riding Bersama Yamaha dan Media, akhir pekan lalu.
(ikh/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus