Honda menurut Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM), Johannes Loman telah mulai memasarkan motor injeksi di Indonesia pada tahun 2005 silam.
Ketika itu sistem injeksi yang dipakai masih sistem injeksi step 2 atau generasi kedua, kini, sistem injeksi yang mereka aplikasi sudah sampai pada step 4 sehingga diklaim lebih baik dibanding pendahulunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya aplikasi injeksi di motor, Honda menuturkan selain efisiensi bahan bakar ada sisi positif lainnya. Produksi emisi yang bisa ditekan hingga performa stabil yang bisa ditingkatkan.
"Belum lagi masalah perawatan. Dengan injeksi tiap motor hampir tidak perlu perawatan yang ribet seperti karburator," ujarnya di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin No. 1, Jakarta, Rabu (23/11/2011).
Lahirnya Supra X 125 dan Spacy versi injeksi membuat Honda yakin terus bisa menginvasi pasar motor domestik. Target penjualan tinggi pun mereka tetapkan.
"Untuk Supra PGM-FI targetnya 22 ribu per bulan, kalau Spacy PGM-FI 12 ribu per bulan," cetusnya.
Terlebih, hingga saat ini Honda telah memiliki 1.700 diler, 3.700 workshop dan 7.200 spare shop yang siap melayani.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar