Presiden: Mudik Naik Motor Harus Hati-hati

Presiden: Mudik Naik Motor Harus Hati-hati

- detikOto
Kamis, 25 Agu 2011 23:07 WIB
Presiden: Mudik Naik Motor Harus Hati-hati
Banyumas - Mudik Lebaran merupakan 'ritual' tahunan yang penuh suka cita. Jangan sampai berubah menjadi suasana duka cita akibat kelalaian pemudik di jalan raya.

Demikian wanti Presiden SBY pada seluruh calon pemudik, terutama yang berkendara sepeda motor. Ini disampaikannya ketika berbuka puasa bersama petani di lapangan desa Karangmangu, Baturraden, Banyumas, Kamis (25/8/2011).

"Saudara-saudara pengendara, hati-hatilah naik motor. Jangan suka cita menjadi duka cita kita," wanti SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya oleh Presiden SBY dinyatakan mudik Lebaran adalah sarana silahturahmi yang sangat baik. Selain mempererat kembali persaudaraan, juga menggerakkan perekonomian daerah.

"Biasanya yang mudik membagi rezekinya, membawakan oleh-oleh. Ini bagus, ekonomi jadi bergerak," sambung SBY.

Sayangnya kerap diwarnai dengan kecelakaan lalu lintas. Terutama para pemudik berkendara sepeda motor yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun.

"Tapi ada yang memprihatinkan, angka kecelakaan lalu lintas tinggi. Utamanya motor, bukan mobil," ujar SBY.

Demi menghindari kecelakaan lalu lintas, Presiden SBY mengingatkan agar pemudik mematuhi peraturan lalu lintas. Pemerintah juga telah memperbaiki jalan di jalur mudik yang padat agar lalu lintas menjadi lebih lancar dan mendirikan pos kesehatan sebagai tempat untuk beristirahat.

Pemudik Bermotor Banyak yang Tidak Pakai Helm

Gelombang arus mudik, khususnya pemudik yang menggunakan motor, mulai terlihat di sepanjang Jl Raya Kalimalang, Jakarta Timur. Meski sudah ada imbauan tegas untuk tidak membawa muatan lebih dari dua orang, pemudik tetap saja tidak mengindahkan imbauan tersebut. Bahkan pemudik yang membawa balita masih terlihat di sepanjang jalan.

Pantauan detikcom di persimpangan Jl DI Panjaitan dan Jl Raya Kalimalang, gelombang pemudik dengan menggunakan motor mulai terlihat sejak pukul 19.00 WIB. Di antara mereka bahkan ada yang membawa anaknya yang berusia di bawah lima tahun untuk mudik.

Tidak sedikit dari mereka yang membiarkan anaknya tidak dilengkapi helm. Pemudik hanya memberikan jaket untuk melindungi tubuh anaknya dari hembusan angin.

"Ribet kalo pake helm," kata salah seorang pemudik tujuan Purworejo saat detikcom menanyakan mengapa anaknya tidak dikenakan helm, di lampu merah Kalimalang.

Pemudik lainnya, Amin Nahar (35) menuturkan, bagi dirinya dan sang istri merupakan tradisi untuk melakukan mudik ke kampung halaman di Purwokerto dengan menggunakan motor.

"Hitungannya dari Kalideres ke Purwokerto 8-10 jam," ujarnya.

Rute yang ditempuhnya adalah menuju arah Cikampek, Pantura. Amin tidak hanya berdua dengan sang istri. 6 Orang teman lainnya dengan tujuan sama juga turut dalam iring-iringan pulang kampung.

Jl Raya Kalimalang merupakan akses pemudik untuk mencapai ke Cikampek. Mereka harus rela memacu puluhan bahkan ratusan kilometer untuk dapat mencapai Cikampek dan selanjutnya masuk ke ruas Pantura. Pantauan detikcom, sepanjang Jl Raya Kalimalang pos-pos polisi disiagakan untuk memantau arus mudik yang melalui jalan tersebut.
(lh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads