"Tahun kemarin hari gini, cuma 10-20 motor per hari. Sekarang kita bisa kirim 40 motor per hari," kata Yoto, manajer operasional PT Karta Indah Buana, sebuah perusahaan pengiriman barang, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/8/2011).
Lonjakan permintaan juga dialami oleh PT Herona Ekspress. Menurut keterangan Slamet Rahardi, manajer operasional perusahaan jasa ekspedisi kereta api itu, lonjakan pemintaan pengiriman sepeda motor berlangsung sejak dua hari silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, lonjakan permintaan pengiriman sepeda motor dampak bertambahnya jumlah kendaraan roda dua tersebut. Di sisi lain, di kalangan calon pemudik juga telah tumbuh kesadaran tentang keamanan dalam perjalanan berkendara sepeda motor untuk jarak jauh di tengah padatnya lalu lintas arus mudik dan balik.
Berdasar pantauan detikOto, pelataran dua perusahaan yang berkantor di Stasiun Pasar Senen itu penuh dengan deretan sepeda motor. Semuanya telah dalam kondisi dibunggkus dengan karton tebal untuk menghindarinya tergores dengan barang-barang lain yang dikirimkan dalam kereta barang.
"Paling banyak untuk dikirim ke Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur," jelas Slamet.
Chalik, salah seorang warga yang sedang mengurus pengiriman sepeda motornya mengaku baru kali ini menempuh cara demikian. Pada lebaran tahun-tahun sebelumnya, dirinya dan istri selalu berboncengan untuk mudik ke Surabaya.
"Saya ada bayi sekarang, jadi nggak mungkin mudik naik sepeda motor lagi. Jadi dikirim saja, lebih aman dan murah, cuma Rp 330 ribu sampai ke Surabaya," ujar Chalik.
(lh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas