DP Kredit Naik, Penjualan Motor Bakal Terpengaruh

DP Kredit Naik, Penjualan Motor Bakal Terpengaruh

- detikOto
Selasa, 09 Agu 2011 09:08 WIB
DP Kredit Naik, Penjualan Motor Bakal Terpengaruh
Jakarta - Kenaikan uang muka (down payment) memang bisa menjadi momok untuk setiap masyarakat kelas bawah yang ingin memiliki kendaraan baru. Namun hal ini juga cukup mengkhawatirkan para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

"Sejujurnya iya, ini bisa mempengaruhi tingkat penjualan para ATPM. Tapi saya rasa ini tidak akan berlangsung lama namun ini hanya akan bersifat sementara,"Ujar Eko Prabowo, GM Promotion and Motorsport YMKI, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), saat dihubungi detikOto.

Oleh karena itu Eko menegaskan apabila ini berpengaruh, tidak membuat YMKI menurunkan harga setiap kendaraan. "Tapi kalau pun berpengaruh hal ini tidak lantas membuat kami memberikan diskon besar-besaran dalam penjualan," kata Eko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Eko pun belum bisa memprediksi seberapa besar kenaikkan angka Down Payment(DP) ini terhadap penjualan Yamaha di tanah air.

"Insya Allah pengaruhnya tidak akan banyak, tapi saya juga belum bisa prediksi berapa persen hal ini akan mengganggu penjualan. Karena kita(Yamaha) belum mengkalkulasinya," tutup Eko.

Meski penjualan motor baru terpengaruh, jika DP memang diwajibkan naik hal itu tidak akan terlalu berpengaruh ke penjualan motor bekas.

Seperti yang diungkapkan PT. Terminal Motor Seken (Termos) yang dibawahi oleh Wahana Artha Group.

"Kalau kebijakan itu benar-benar terjadi saya rasa itu tidak akan ada pengaruhnya. Namun ini bisa berdampak ke cicilan tiap bulannya," ujar Managing Director, PT. Terminal Motor Seken Carlos Sanusi, di Kantor Pusat Wahana Artha Group, Jakarta.

Namun di sisi lain, lelaki berkacamata ini pun juga mengakui ini bisa menyulitkan para leasing yang akan memberikan kredit kepada konsumen.

"Yang dikhawatirkan seperti ini, banyak konsumen yang memiliki kendaraan baru dengan mengkredit. Dan apabila ini tersendat maka ini bisa merugikan leasing. Ini juga bisa berdampak pada kendaraan second. Tapi ini akan sulit karena ATPM itu pasti akan menutupinya, karena takut kalah dengan pesaing yang ada, oleh karena ini akan sulit dan tidak akan menjadi masalah," katanya.

"Misalnya seperti ini minimal DP 500 ribu, tapi para konsumen mendapatkan cash back Rp 200 ribu. Nah Rp 200 ribu itu dari mana kalau bukan dari ATPM, oleh sebab itu pasti ini akan sulit dan tidak akan berjalan," ujarnya.

Carlos pun mengatakan varian matiklah yang menjadi kendaraan second yang paling digemari saat ini oleh masyarakat. Bahkan perbandingan untuk varian matik dan underbond atau bebek pun mencapai 70-30 persen.

"Di 12 cabang kami di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Yang paling digemari masyarakat itu varian matik. Seperti Honda BeAT, disusul Honda Vario, baru sehabis itu baru Mio," ujarnya.

Marco pun menambahkan penjualan kendaraan bekas pun bisa mencapai 300 unit tiap bulannya.

"Kalau yang 300 unit perbulan itu untuk retail dan ini bisa mencapai 3.600 unit pertahun. Sedangkan untuk pedagang itu kami bisa mencapai 3.600 unit perbulan," tutupnya.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads