"Secara tidak langsung mungkin ada baiknya juga buat para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Hal ini memungkinkan para calon pembeli bisa tersaring kualitasnya, mana yang benar-benar punya kualitas dan kemampuan dalam membeli kendaraan," ujar GM Promotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Eko Prabowo saat dihubungi detikOto Senin(8/8/2011).
Namun Eko pun mengingatkan kepada yang berwenang menaikkan angka DP, untuk lebih mensosialisasikan terlebih dahulu. Pasalnya kebijakan ini akan langsung mengarah ke perusahaan leasing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) sempat mewanti-wanti terjadinya bubble (gelembung) di sektor otomotif dan properti. Beberapa perubahan tengah disiapkan seperti rencananya menaikan uang muka (down payment/DP) lebih besar, dari yang biasanya 10 persen menjadi misalnya 30 persen.
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Auddie A. Wiranata menuturkan bubble ekonomi takkan terjadi pada pembiayaan motor.
"Silakan hitung kalau tidak percaya total dari seluruh kredit motor yang ada. Saya yakin roda dua tidak akan menyebabkan bubble dan bukan motor yang menjadi permasalahan," tambah Audie.
Auddie pun mengatakan hal ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap Honda.
"Karena kami memiliki sistem yang baik. Lihat saja sekarang kami bisa menyatukan 4 leasing atau perusahaan finance sekaligus. Dan mereka sangat selektif," tutup Auddie.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi