"Sebenarnya tujuan pemerintah bukan untuk mengurangi kendaraan yang ada dij alanan, tapi pemerintah menghindari bubble atau angka mengalami kenaikkan namun hal ini dianggap semu. Memang kelihatannya tinggi tapi kemampuan revenuenya rapuh, karena banyak pelanggan yang tidak membayar," ujar National Manager dan Corporate Planning PT BAF, Josef Ikafian saat ditemui detikoto di Jakarta, Selasa (2/8/2011).
Josef pun menambahkan apabila rencana pemerintah menaikkan DP ini terealisasi, hal ini tidak akan terlalu berpengaruh untuk perusahaan perkreditan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelaki murah senyum ini pun memberikan alasan mengapa BAF tidak akan terkena dampak yang signifikan atas kebijakan pemerintah ini.
"Ini tidak menjadi suatu masalah yang besar, karena kami sudah hati-hati semenjak awal (permohonan kredit), dan hal ini sejalan dengan portfolio DP yang kami sesuaikan. Jadi kami tidak terlalu berpengaruh, karena kami telah memiliki sistem yang baik. Dan kami pun menghindari price war, hal ini juga yang membuat portfolio kami mengenai konsumen semakin selektif,"ungkap Josef.
Senada dengan CEO PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk, Stanley Setia Atmadja yang mengatakan langkah BI tersebut sangat tepat ditengah maraknta konsumen latah yang ingin memiliki motor. Setelah melakukan pembayaran uang muka, konsumen tersebut tidak menyicil hingga lunas.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?