Calon Motor Listrik MBG Baterainya Kecil, Sanggup Buat Operasional Harian?

Calon Motor Listrik MBG Baterainya Kecil, Sanggup Buat Operasional Harian?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 08 Apr 2026 13:16 WIB
Skuter listrik Emmo JVH Max
Motor listrik Emmo yang konon dipakai MBG. Foto: Doc. Emmo
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengadaan 25 ribu unit motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabarnya, kendaraan yang dipakai merupakan Emmo JVX GT dan JVH Max.

Menurut laman resmi Emmo, dikutip Rabu (8/4), meski berasal dari model berbeda, namun kedua motor listrik tersebut menggunakan baterai yang hampir sama. Jika JVX GT dibekali baterai 72V 31Ah, maka JVH Max 72V 30Ah. Keduanya sama-sama punya jarak tempuh 70 km!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai motor operasional, spesifikasi itu bisa dibilang kurang mumpuni. Selain itu, penggunaan kendaraan secara real time biasanya lebih boros ketimbang klaim pabrikan.

Motor listrik Emmo JVX GTMotor listrik Emmo JVX GT Foto: Dok. Emmo

Dengan jarak tempuh 70 km, atau kurang dari itu, pengguna motor listrik harus melakukan pengecesan berulang-ulang untuk menunjang operasional harian. Selain itu, kecepatan maksimum kendaraan yang hanya 80 km/jam juga menjadi tanda tanya besar.

ADVERTISEMENT

Sumber yang sama mengatakan, Emmo JVH Max dibanderol Rp 48 jutaan dan JVX GT tembus Rp 56 jutaan. Padahal, di rentang harga tersebut, motor-motor listrik lain punya jarak tempuh dan kecepatan maksimum yang jauh lebih mumpuni.

Sebagai contoh, ada Alva Cervo X seharga Rp 44 jutaan yang punya jarak tempuh 125 km dan kecepatan puncak 103 km/jam. Kemudian ada Polytron FOX 500 senilai Rp 38 jutaan dengan jangkauan 130 km dan top speed 130 km/jam.

Sebelumnya, BGN dikabarkan membeli 70 ribu unit motor listrik untuk operasional MBG. Namun, Dadan Hindayana selaku Kepala BGN menegaskan, jumlahnya hanya 25 ribu unit dengan realisasi sementara 21 ribuan unit.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," ujar Dadan dikutip dari laman resmi BGN.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat konferensi pers terkait penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Dalam upaya memperkuat pengawasan, Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng pejabat Kejaksaan Agung guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih transparan dan akuntabel.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat konferensi pers terkait penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Dalam upaya memperkuat pengawasan, Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng pejabat Kejaksaan Agung guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih transparan dan akuntabel. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

Dadan tak gamblang menyebut detail jumlah anggaran untuk pengadaan 25.000 motor listrik itu. Ditelusuri detikOto dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, untuk pengadaan kendaraan roda dua ada beberapa paket.

Namun yang jumlahnya fantastis ada dua paket, masing-masing bernilai Rp 1,22 triliun dari sumber dana APBN dengan metode pemilihan e-purchasing.

Tertulis paketnya berupa 'Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI wilayah I, wilayah II, dan wilayah III. Sementara paket satu lagi tertulis 'Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI di seluruh wilayah Indonesia'.




(sfn/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads