Begini Gaya Modifikasi Mobil yang Digandrungi Builder Indonesia saat Pandemi

ADVERTISEMENT

Begini Gaya Modifikasi Mobil yang Digandrungi Builder Indonesia saat Pandemi

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Senin, 31 Okt 2022 18:18 WIB
Indonesia Modification and Lifestyle Expo atau IMX 2022.
Pandemi bikin tren modifikasi mobil di Indonesia berubah? Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikOto
Jakarta -

Kemunculan pandemi membuat kebiasaan, minat dan gaya hidup masyarakat Indonesia seketika berubah. Lalu, bagaimana dengan tren modifikasi mobil? Benarkah terjadi perubahan atau justru sama saja?

Founder National Modificator & Aftermarket Association atau NMAA, Andre Mulyadi mengatakan, selama pandemi, modifikator atau builder Indonesia kebanyakan menggandrungi gaya modifikasi mobil yang simpel dan fungsional.

"Sekarang sudah hampir enggak ada yang modifikasi ekstrem-ekstrem, mereka (modifikator) lebih mengutamakan fungsionalitas dan kenyamanan," ujar Andre saat ditemui detikOto di Jakarta Timur, belum lama ini.

Andre menambahkan, semenjak awal pandemi hingga sekarang, kebiasaan para builder di Indonesia juga mengalami perubahan. Kini, mereka lebih senang merombak kendaraannya di rumah, terutama untuk penggantian komponen kecil seperti lampu.

"Semenjak pandemi, banyak orang yang mulai modifikasi mobilnya di rumah. Jadi mereka mulai ngulik-ngulik sendiri karena saat pandemi enggak bisa keluar rumah," tuturnya.

IMX 2022 di Jakarta 1-2 OktoberMobil modifikasi. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikOto

Dia mulanya mengira, pandemi membuat semangat modifikator Indonesia turun. Namun, nyatanya tidak. Bahkan, dia melabeli hobi itu sebagai 'pandemic winner', lantaran tetap digandrungi di situasi tersebut.

"Ada satu yang menarik, saat pandemi (melanda Indonesia) justru modifikator tak berhenti. Bahkan aftermarket juga tak berhenti. Jadi segmen hobi ini bisa dibilang pandemic winner (pemenang pandemi) lah ya," ungkapnya.

Pameran otomotif Indonesia Automodified (IAM) x IIMS Motobike resmi bergulir di Senayan Park, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (27/11/2021). Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini memamerkan Mobil, Modifikasi, dan Lifestyle Show terbesar di ASEAN, diantaranya Thailand, Singapura, dan Malaysia.Mobil modifikasi. Foto: Grandyos Zafna

Seperti yang telah disinggung di awal, Andre menjelaskan, modifikator Indonesia telah meninggalkan gaya modifikasi ekstrem. Sebab, menurutnya, kini mobil rombakan tak hanya sekadar untuk pajangan, melainkan juga digunakan sehari-hari. Itulah mengapa, kendaraan modifikasi harus memenuhi unsur fungsionalitas.

"Mobil modifikasi itu harus bisa digunakan juga untuk daily use. Jadi (yang banyak disukai) ya modifikasi yang proper dan bisa digunakan di jalanan," kata dia.



Simak Video "Jokowi Sebut Efek Pencabutan PPKM Terlihat Februari 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT