Karenanya Studio Motor Custom Bike di kawasan Tanah Kusir menjadi rumah modifikasi roda dua yang pas untuk mengubah Thunder menjadi motor balap klasik.
"Awal perbincangan konsep yang diinginkan adalah Suzuki Thunder 250 bergaya Cafe' Racer dengan aplikasi single seater. Dan untuk desain awal disepakati gaya Cafe Racer classic, sesuai pakem cafe racer yang ada selama ini," ujar Kalis dalam surat elektronik yang diterima detikOto, Senin (7/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk rangka tidak terlalu banyak ubahan yang berarti, hanya pemotongan rangka belakang yang dilakukan untuk mengejar tampilan cafe racer yang mempunyai buntut tawon pendek," kata Donny Ariyanto dari bengkel Studio Motor Custom Bike.
Selanjutnya pemotongan rangka untuk aplikasi single seater yang selama ini
dikenal sebagai Cafe Racer. Tangki dan spatboard dibuat menggunakan plat
galvanis dengan ketebalan 1.2 mm sedangkan untuk bodi belakang dibuat
menggunakan material serat fiber.
Untuk menunjang kuda-kuda yang kuat, kaki kaki menggunakan limbah moge bawaan Aprilia RS125 Diablo palang lima yang dipadukan dengan shock ZX-400 teleskopik pada bagian depan agar kesan klasik tetap terlihat.
Agar bagian shock depan bisa terpasang apik dilakukan pemindahan as komstir bawaan motor ke segitiga atas dan bawah dari shock depan bawaan Kawasaki ZX-400.
Sementara swing arm dibuat custom dengan penggunaan monoshock menggunakan pipa shim 1.5 inch beserta linkcage-nya serta monoshock YSS bawaan Suzuki Satria yang dianggap cukup mumpuni untuk meredam guncangan.
Pemasangan pelek limbah bawaan Aprilia RS125 Diablo-pun tidak mengalami hambatan yang berarti, hanya membuatkan bushing kiri dan kanan serta bushing as tengah pelek.
Setelah selesai urusan itu, Donny melaburi motor dengan cat warna hijau dengan striping kuning lemon di sisi tangki.
Ide yang cukup kental dengan aura jadul itu pun diselesaikan dalam waktu 3 bulan dengan tidak mengubah sektor mesin secuilpun mengingat tenaga mesin yang sudah cukup sangar di kelasnya. Percaya atau tidak motor ini sangat nyaman untuk digunakan harian.
Kalis pun cukup bangga dengan motornya, karena sering mengundang perhatian orang yang melihatnya.
"Proses modifikasi yang memakan waktu hampir 3 bulan ini cukup bisa mendapatkan apresiasi positif dari setiap orang yang datang ke workshop Studio Motor Custom Bike," ujar Kalis.
Anda memiliki motor/mobil hasil modifikasi? Kirim saja artikelnya ke sini! Atau kirim surat elektronik ke: redaksi@detikoto.com
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar