Apalagi, kalau melihat emblem i-DSi nya, yang pasti dianggap remeh, karena tidak identik dengan performa sebagaimana mesin Honda yang berteknologi i-Vtec.
Dilabur warna hitam, tampilan luarnya hanya terlihat sporti dan penuh misteri dari pelk OZ Ultraleggera, serta pengaplikasian piranti rem brembo drilled dipadu brake pad HD dari Project Miu dan knalpot HKS Silent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ternyata piranti ala racing tersebut bukan sekedar tampilan, karena secara fungsi benar-benar sangat dibutuhkan, untuk mendukung performa mesinnya.
Tak bisa dipungkiri kalo tenaga dari L15A i-DSI memang pas-pasan, oleh karena itu, ibarat makanan 4 sehat 5 sempurna, Dastek Unichip disematkan untuk menyempurnakan spek mesin yang sudah ada.
Head kena papas 0,5mm dan didukung PnP serta reamer Throttle Body. Diantara rumah air filter dan throttle body terlihat throttle body spacer disematkan untuk mengangkat torsi bawah.
Penasaran dengan hasilnya, Jazz 2005 ini pun diboyong ke atas Dyno Test di Lestari Motor. Diam-diam, 100 dk berhasil ditembus. Dengan torehan waktu di Sirkuit Sentul 2.17 detik untuk satu putaran.
Asiknya lagi, Kobay mengaku tidak perlu dana yang banyak untuk membuat Honda Jazz yang dipanggilnya dengan Kuro ini bisa diajak berlari di sirkuit Sentu, bahkan ia juga membangunnya dengan cara mencicil.
"Gue pengen cukup nyaman buat harian, tanpa suffering berlebih, tapi siap kalo suatu saat Nyentul bareng-bareng teman-teman JFC (Jazz FIt Club)," tutup Kang Kobay.
Anda punya mobil hasil modifikasi? Kirim saja artikelnya ke sini!
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS