Salah satu sedan super cepat itu dinamakan Lamborghini Cnossus.
Filipchenko berhasil mengembangkan Lamborghini Cnossus bersama dengan rekan satu sekolah Scuola Politecnica di Design di Kota Milan, Nelson Simoes untuk tesis mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai desain Lamborghini Cnossus, Filipchenko sendiri terinspirasi dari Lamborghini Countach buatan 1974-1990, namun kini desain pada Lamborghini
Cnossus lebih memukau dengan sentuhan garis tajam. Garis tipis horizontal juga tersemat dari depan hingga buritan.
Sedangkan untuk namanya 'Cnossus', Filipchenko tak lupa memakai nama yang tak jauh dari istilah banteng yang sudah melekat dengan Lamborghini.
Seperti dikutip worldcarfans, Rabu (2/6/2010) dia mengaku mengambil nama dari sebuah reruntuhan kota tua pada zaman perunggu Cnossus (Knossus) di Pulau Crete, Yunani pada zaman 1400-1600 SM, dimana kota tersebut tempat lahirnya olah raga adu banteng.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas