Dilirik Cewek di Lampu Merah

Modifikasi Yamaha V-ixion

Dilirik Cewek di Lampu Merah

- detikOto
Kamis, 04 Mar 2010 15:26 WIB
Dilirik Cewek di Lampu Merah
Jakarta - Kalau selama ini bikers datang ke rumah modifikasi minta pencerahan kepada suhu modifikasi, namun hal itu tidak berlaku bagi Tono, pria kelahiran Kebumen yang kini berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

Dunia modifikasi roda dua bagi Tono dianggap mudah, untuk itu segala urusan yang berhubungan dengan tungganggan, ia mencoba merampungkan sendiri tanpa ide dan tangan dingin orang lain alias modifikator handal sekalipun.

"Untuk desain gue enggak pernah nyampurin dengan ide orang lain apalagi datang ke modifikator. Semua gue yang garap, enggak ada orang lain. Seratus persen," kata Tono kepada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soalnya menurut dia dalam memodifikasi motor alias roda dua sangat mudah. "Gampang banget kok, tinggal kita ngejalaninnya aja," tambah pria berusia 23 tahun itu.

Oleh karena itu akibat imajinasinya, tidak sedikit kesalahan-kesalahan dilakoninya untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada tunggangannya.

"Untuk bentuk saya nyari di toko varisi di seputaran Jakarta dan enggak ada pesenan sama sekali. Jadi kalau tidak ada yang pas atau tidak cocok kita ganti baru atau juga ada barang yang baru pasti saya pasang ke motor saya," ucap Tono.

Hal pertama yang dilakukan adalah mencoba mengganti kaki Yamaha V-xion. Karena konsepnya Streetfighter otomatis ban tambah gede. Tono menggunakan pelek merek zox 2,5 inci depan dan 3,5 inci pada belakang. Sebagai pembalutnya disematkan ban Swallow berukuran 110/80/17 depan, 120/80/17 untuk buritan.

Untuk pengahalau laju ia gunakan cakram after market yang beredar di toko-toko.

Selanjutnya kesan berotot atau muscle sebagai salah satu penguat cita rasa sport, Tono membenamkan headlamp Suzuki Arashi yang digandeng dengan spedometer STD V-xion dan disesuaikan dengan stang bikinan Ninja atau Ninja R 150 cc.
Sementara untuk nambahin kesan si Streetfighter Tono mengecat deltabox jadi warna keling.

Bahan lainnya yang digunakan adalah fiber untuk bagian belakang. Untuk yang satu itu, si Wiraswasta itu sepertinya sedikit mengalami kesulitan. Soalnya sulit untuk mendapatkan bodi yang sesuai dengan tampilan si konsep Streetfighter.

Namun berkat ketelitiannya kombinasi akhirnya ditemukan. "Itu konsep sendiri loh, enggak terinspirasi motor lainya," cetusnya.

Ditambah spatbor milik motor matik yang didapatnya dari pasaran. "Dipotong sedikit, supaya lebih matching dengan tampilan motornya," ujarnya.

Berkat ketelitiannya Tono berhasil merampungkan dalam kurun waktu 3 bulan, sedangkan dana yang dihabiskannya adalah Rp 8 juta. "Lumayan lah cewek-cewek mah pada lihat kalau lagi stop di lampu merah," candanya.Β  Β Β Β Β Β 
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads