Honda BeAT 2009 Bengkulu

Modifikasi

Honda BeAT 2009 Bengkulu

- detikOto
Rabu, 06 Jan 2010 11:17 WIB
Honda BeAT 2009 Bengkulu
Bengkulu - Meski letak geografis Bengkulu jauh dari suhu modifikasi roda dua, Endi tak segan-segan mengeluarkan ide liarnya dalam mengubah si kuda besi.

Dan untuk mengembangkan hasil besutannya, tak jarang Endi browsing internet dan mengoleksi
majalah modifikasi.

Pria asal pulau seberang Bengkulu itu pun mengeluarkan aura positifnya pada Honda BeAT dan menepis jika Bengkulu tidak bisa meramaikan dunia memodifikasi roda dua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini 100 persen ide saya. Konsep yang saya usung low rider ekstrim," kata Endi ketika dikunjungi detikOto di Bengkulu.

Motor Honda BeAT CW keluaran 2009 awal itupun jadi korbannya. Pertama pria ramah yang kental dengan logat Padang campur Palembang itu mempertahankan bodi STD si motor mungil.

Selanjutnya pemilik sekaligus modifikator itupun hanya membaluri cat merah marun dengan penambahan bodi add on.

Dan berhubung konsepnya low rider, Endi tak segan-segan menarik engine mounting sebanyak 5 cm. "Selanjutnya pakai velg 5 inci dan ban merek swallow 140/60/14 depan belakang," ungkap Endi.

Karena sedikit radikal, untuk menopang bodi akibat mounting mundur, Endi pun menambahkan shockbreker 2 buah bawaan asli Honda pada posisi kiri motor yang tadinya shockbreaker tunggal dan tidak merubah lengan ayun sang motor. "Hasilnya pun cukup lumayan. Motor susah oleng kalau dikendarai," cetusnya.

Selanjutnya untuk menopang laju si merah marun Endi mengaplikasikan kaliper STD honda BeAT yang dipadu dengan disc HMF. Sedangkan bagian penghalau laju pada buritan Endi memaksimalkan rem STD bawaan Honda BeAT.

Dengan sejumlah pengaplikasian tersebut tentu Endi kurang puas jika performa si low rider tidak disematkan stang ceper lebar serta spion ala low rider. "Itu untuk menyesuaikan saja. Lagian juga ngak enak kalau stangnya standar," imbuhnya.

Selain itu agar kesan lebih mewarnai motornya, Endi membenamkan knalpot costum dan lampu bulat ala Endi. Sementara mesin yang tergabung pada motor yang dibanderol Rp 12 jutaan itu pun tetap dipertahankan.

"Dari semua yang aku kerjakan, dana Rp 20 juta gak kurang untuk satu motor ini dengan satu bulan pengerjaan," ungkap Endi.

Untuk hiburan biar tidak bosan, Endi pun mencangkokkan sebuah DVD player portable di stang Honda BeATnya. (ikh/ddn)

Berita Terkait