"Gue sudah coba cari builder di Jakarta selama 2 bulan, namun, tidak ada yang bisa mewujudkan keinginan gue. Tapi gue nggak putus asa, gue terus cari," kata Rian kepada detikOto, Selasa (3/3/09).
Akhirnya, setelah pencarian yang lumayan lama di dunia maya Rian menemukan salah satu rumah modifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa pikir panjang, Ricky yang sudah 13 tahun menjalani bisnisnya merasa tidak mendapatkan kesulitan dalam membentuk bodi. "Pelanggan bisa minta bentuk bodi apa saja," tantang Ricky.
Ricky pun mulai menggarap pekerjaan rumahnya. Pertama, sang builder mempersiapkan serat fiber jenis MATH yang biasa disebut serabut, setelah itu tidak lupa alat berbentuk anyamanan atau wopen roving sebagai pelengkap.
Setelah itu resin plus katalis dicampur dengan perbandingan 100 banding 1 untuk membentuk bodi motor.
Untuk fairing depan meniru fairing Yamaha R1. "Gue suka saja, karena motor sport dengan bodi besar dambaan gue banget, makanya gue menggunakan replikanya Yamaha R1," ujarnya.
Besutan Ricky ternyata tidak monoton, untuk mempercantik tampilan depan, handmade ala Ricky yaitu head lamp mice dengan wind shield costum dilekatkan pada fairing R1, ditambah limbah spedo meter CBR 150.
"Speedometer CBR 150 sangat cantik digunakan di motor gede," ucap Ricky.
Selanjutnya pada bagian tangki. Tangki dicondom memunculkan gaya tangki motor Yamaha R6 mencongak ke atas yang kental dengan nuansa sport, lagi pula sangat eye cathcing dipadukan dengan fairing R1 yang lebar.
Untuk sesi ini, Ricky menambahkan kobalt, alasan bahan ini sangat kuat untuk terhadap percikan bensin ketika diisi ke tangki.
Berlanjut pada pada buritan. lagi-lagi mereplikakan moge. Suzuki GSX 1000 ditiru sehingga penampakannya sangat mirip seperti adanya, dan tidak ketinggalan spakbor Yamaha FZ1 yang menjorok kebelakang, ditambah dengan arm after market yang dikondom sehingga kelihatan agak gemuk, alhasil ide kretif gabungan Ricky dan Rian tampil eye catching.
Kurang puas dengan yang ada, untuk memantapkan pegangan motor gede, Ricky mengisyaratkan untuk menggunakan stang jepit Suzuki GSX 400 dan dipadu dengan Up Side Down after market.
"Biar tambah garang bro," ujar Ricky.
Tidak sampai disitu, karena Rian yang suka kebut-kebutan maka kaki dimantapkan.
Untuk itu, penggilas jalan aspal menggunakan pelek after market cabang 5 yang dibalut dengan ban no name 120/70/R17 dan dicekat dengan alat pengereman yang cukup tangguh yaitu menggunakan master kaliper GSZ 400 dengan disc PSM.
Pada bagian belakang ban no name 150/70/R17 dengan alat pengaman yang sama persis dengan depan.
Terakhir, tinggal pemulasaran warna. merah dan hitam dipilih karena siempunya hajat emang senang dengan warna tersebut.
"Gue suka warna hitam disesuaikan merah karena selain macho warna ini juga kelihatan sangar," tutur Rian puas. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas