Jumat, 05 Okt 2018 17:29 WIB

Ini Hal Tersulit Saat Modifikasi Motor Khusus Difabel

Ridwan Arifin - detikOto
Catur dan motor modifikasinya (Foto: Ridwan Arifin)
Tangerang Selatan - Catur Bambang (45), pria asal Surabaya membuka bengkel modifikasi roda tiga di Ruko PU Komplek Mabad 60 Jalan Wijaya Kusuma, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Tidak seperti bengkel pada umumnya, bengkel modifikasi dia khusus menangani beragam jenis motor untuk membantu mobilitas kaum disabilitas.

Bukan tanpa hambatan, tidak melulu berjalan mulus saat perakitan motor. Ada saja kesulitan yang harus dihadapi meski pada akhirnya bisa ditangani dengan baik oleh tangan dingin Catur.

"Spare part, untuk as dan peleknya saja harus getok dan inden dulu karena kan belum ada di pasaran, soal rangka tambahan tidak ada masalah karena sudah 14 tahun memegang motor ini," terang Catur kepada detikOto.





Selain itu penambahan tuas untuk mundur ke belakang seperti yang ada pada motor Viar atau Bajaj menurutnya juga cukup rumit, karena ada penambahan gear box baru pada motor modifikasinya.

Sosok inspiratif tersebut sebelumnya sempat mengalami titik nadir setelah kecelakaan kerja yang mengakibatkan kedua kakinya diamputasi, hingga akhirnya bangkit dan menularkan semangat kepada teman-temannya.



"Termasuk untuk mengobarkan semangat hidupnya, kan banyak setelah cacat dia minder, puluhan tahun mereka di rumah, teman-temannya dateng ke bengkel minta tolong untuk bangkitkan semangatnya," kata Catur.

"Saya ajak ke sini untuk berkumpul sama komunitas di sini, ketemu teman-teman yang senasib kan, terus dia tahu mereka bisa hidup di luar dan yakin, akhirnya dibuatkan motor oleh teman-temannya, sekarang orangnya sudah kelayaban kemana-mana," ungkap Catur.

Mengingat ke belakang, Catur pun mengungkapkan pernah merasakan hidupnya nyaris hancur setelah kecelakaan di tahun 1993. Tetapi berkat dukungan keluarga dan teman-temannya. Ia masih hafal beberapa kalimat yang jadi titik balik hidupnya.

"Butuh waktu 6 bulan untuk mental pulih kembali, setegar-tegarnya orang pasti ngalamin mental down," katanya.

"Salah satu teman dan saudara ada yang bilang 'kamu masih bersyukur masih bisa ngesot ibaratnya kan waktu itu, masih bisa ngelihat matahari nggak ngerasain sakit, sementara yang berbaring di rumah sakit tahun-tahunan masih banyak, kenapa kamu mesti bersedih', emang benar juga perlu melihat ke bawah, dari situ semangat saya bangkit lagi," kenang Catur.

Hingga saat ini sudah ratusan kendaraan yang dibuat oleh Catur. Hatinya senang dan puas apabila rekan senasibnya bisa semangat lagi melanjutkan hidup secara mandiri.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com