Senin, 17 Sep 2018 17:17 WIB

Modifikasi Itu Harus Punya Selera Sendiri

Rizki Pratama - detikOto
Harley-Davidson Fatboy Tahun 1991 garapan Bingky (Foto: Rizki Pratama) Harley-Davidson Fatboy Tahun 1991 garapan Bingky (Foto: Rizki Pratama)
Tangerang - Saat ini ada begitu banyak aliran modifikasi motor yang diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan para pecinta motor kustom. Saat ini sering didapati gaya Tracker, Chopper, Japstyle, Bobber dan lainnya sudah lalu lalang di aspal. Gaya japstyle dan klasik sempat booming beberapa tahun silam yang mana saat ini variasinya semakin luas berkat kreativitas yang dimiliki modifikator atau keinginan langsung dari sang pemilik.

Menurut Ignatius Hendra alias Bingky Biker's Station, modifikasi motor tidak mengenal tren.

"Nggak ada tren modifikasi, gaya atau style, tergantung masing-masing orang kecuali orang itu ikut zaman. Zaman kan berputar entar ke situ lagi," ujar Bingky saat ditemui di ICE, BSD, Tangerang, akhir pekan lalu.

[Gambas:Instagram]



Pernyataan Bingky bisa dibilang benar adanya melihat gaya motor lama kembali diterapkan pada motor baru. Tidak bisa ditebak juga nanti di masa datang gaya motor modern yang ada pada saat ini akan menjadi tren modifikasi juga.

Setiap orang tentunya ingin tetap mengikuti perkembangan khususnya dunia otomotif. Memodifikasi motor menjadi gaya yang sedang hits sekarang bagi beberapa orang tentu menjadi kepuasan tersendiri. Bagi Bingky yang terpenting dari modifikasi motor adalah bagaimana hasil akhir motor tersebut mampu mencerminkan modifikator atau pemilik motornya sendiri.

Karya Bingky yang fenomenal2 Karya Bingky yang fenomenal Foto: Ruly Kurniawan


"Ciri khas atau kepribadian masing-masing adalah hal terpenting yang perlu ditonjolkan dalam modifikasi motor mampu memiliki gaya mereka sendiri sehingga orang bisa tahu siapa pemilik dan modifikator dari motor tersebut," ujar Bingky.

Pria yang sudah puluhan tahun menekuni industri kreatif otomotif ini dikenal jarang mengikuti kontes modifikasi karena baginya modifikasi motor adalah karya seni yang tidak bisa dibandingkan.

Bingky saat ditemui di ICE, BSDBingky saat ditemui di ICE, BSD Foto: Rizki Pratama


"Selera orang itu masing masing beda, apalagi kalau kita sebagai pembuat motor hal ini lebih berat ke seni. Seni itu nggak bisa dibandingkan dengan yang lain dia punya makna sendiri, selera tersendiri, style tersendiri. Bayangkan karya seni seperti lukisan Basuki Abdullah sama Pablo Picasso tidak bisa dibandingkan bagusan yang mana," terang Bingky.

Bagi Bingky hasil modifikasi dibilang bagus ketika orang bisa mengenal modifikator atau pemilik motor dari gaya motor yang diterapkan pada motornya. "Masing-masing selera yang penting loe tahu gayanya siapa dan itu sudah bagus dan berhasil karena berhasil mengungkapkan jati diri siapa yang punya dan siapa yang memodifikasi," ujarnya.

[Gambas:Instagram]



(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed