Rabu, 27 Jun 2018 15:29 WIB

Arti Kustom di Mata Modifikator Motor

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Motor modifikasi Katros Garage. Foto: Instagram/Katros Garage Motor modifikasi Katros Garage. Foto: Instagram/Katros Garage
Tangerang Selatan - Kustom motor merupakan proses kreativitas mengubah tampilan ataupun keseluruhan motor menjadi sesuai dengan keinginan. Namun apa sih sebenarnya definisi dari kustom itu sendiri?

Masing-masing orang punya pengertian sendiri mengartikan arti dari kustom. Kalau menurut pentolan bengkel kustom Katros Garage, Ateng, kustom motor itu adalah membuat motor yang dimiliki sesuai dengan karakter dan gaya hidup orang itu sendiri.



"Bukan bikin motor lo jadi lebih bagus, atau jadi lebih mahal tapi bikin motor jadi lo banget," ujarnya saat ditemui detikOto, di Rengas, Ciputat, Tangerang Selatan belum lama ini.

Karena jika meng-kustom motor dengan tujuan supaya terlihat lebih bagus atau mahal itu kata Ateng relatif. Tidak akan ada perbedaan dengan motor kustom lainnya.

"Kalau biar terlihat mahal, seberapa mahal sih motor lo, masih banyak yang lebih mahal, kalau bagus dan mahal itu relatif kan, terus motor gue bagus nih kenapa bagus soalnya warnanya chrome ya kalau orang buta warna kan sama saja, relatif bagus itu, jadi ya kustom itu ngubah motor yang gue banget, lo banget," tuturnya.

Jadi, lanjut Ateng menjelaskan, jika otolovers mau meng-kustom motor, jadikanlah motor itu dengan gaya, karakter, dan benar-benar keinginan dari diri sendiri, jangan nyeleweng dari itu semua. Sebab, tidak akan memuaskan hasilnya.

"Misalnya badan gue pendek, ya motornya juga pendek, jadi nyaman dipakai, yang lo banget, misalkan lo nggak suka warna-warni, sukanya warna gelap warna doff yaudah lo cat pakai warna itu, sesuai dengan karakter lo, gaya hidup lo," pungkasnya.



Sementara itu, motor kustom saat ini beragam jenisnya. Selain scarambler, cafe racer, tracker, banyak orang yang menyebut aliran kustom japstyle yang juga sedang nge-tren industri kustom saat ini. Namun ternyata japstyle itu bukanlah aliran kustom motor.

Menurut Ateng, japstyle itu hanya sekedar sebutan saja. Karena pada awal masuknya tren kustom motor di Indonesia, para pelaku di dunia kustom belum semua tahu jenis-jenis model kustom.

Dan sebutan japstyle sendiri muncul dari majalah otomotif Jepang yang khusus membahas tentang motor-motor kustom. Karena pada saat itu internet masih kurang mendominasi.

"Dulu awalnya dari Bandung, anak-anak Jakarta belakangan, nah mereka dulu refrensinya melihat ke majalah, dulu kan internet masih kurang, mereka dari majalah, majalah yang dibeli itu majalah Jepang, namanya majalah kan semua genre masuk, kayak misalnya berita otomotif nggak mungkin motor matik semua isinya, pasti ada lain-lain, nah di Jepang itu kan majalah otomotif Jepang yang ngebahas khusus motor kustom itu macam-macam ada tracker, cafe racer, dan lainnya, tapi modelnya mirip-mirip, yaudah mereka nyebutnya japstyle," ujarnya.

Sebutan japstyle sendiri, kata Ateng, muncul pada 2008, awal tren motor kustom masuk ke Indonesia. Saat itu nama-nama jenis kustom belum banyak diketahui.

"Japstyle itu awal mulanya itu kan 2008-2009 main motor kustom dulu, mulai dari pelakunya sampai konsumennya itu nggak tahu modelnya apa, yang mereka tahu itu cuma cafe racer sama japstyle. Japstyle pun karena nggak pakai buntut kan tracker, mereka nggak tahu ada tracker, scrambler, boardtracker, mereka nggak tahu, tahunya japstyle aja, karena bukan genre sebenarnya sebutan saja," tutur Ateng. (khi/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed