Senin, 25 Jun 2018 11:20 WIB

Katros Garage, Modifikasi dari Hobi

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Honda Rebel, salah satu kreasi terbaru Katros Garage (Foto: Instagram/Katros Garage) Honda Rebel, salah satu kreasi terbaru Katros Garage (Foto: Instagram/Katros Garage)
Jakarta - Bosan dengan motor standar Anda, Otolovers? Coba saja dimodifikasi. Namun mencari bengkel modifikasi yang bagus agak gampang-gampang susah juga. Nah salah satu bengkel yang punya nama oke di dunia modifikasi motor adalah bengkel yang satu ini, Katros Garage.

Dari bengkel Katros Garage, sudah lahir motor-motor yang diakui di berbagai kontes modifikasi. Hasil modifikasinya juga diakui oleh kalangan artis. Wendi Cagur mempercayakan KTM Duke-nya dimodif oleh Katros Garage.

Tak jarang pemilik Katros Garage, Ateng, rajin mengunggah video motor modifikasinya di YouTube. Videonya pun disukai netizen karena gaya khasnya yang segar.

[Gambas:Youtube]



Berbicara dengan pemilik Katros Garage, Ateng, detikOto menemukan fakta kalau konsumen di Indonesia memang masih belum terlalu ngeh dengan dunia modifikasi. Mereka hanya sekedar menginginkan motor modifikasi yang murah dan bagus. Meski tidak semua, kebanyakan konsumen yang ingin motornya dimodifikasi memiliki pemikiran yang masih alot.

"Karena konsumen di Indonesia tidak seperti di luar negeri yang pemikirannya sudah ngerti lah, orang Indonesia itu masih pengen murah, bagus, nggak peduli siapa yang bikin yang penting murah dan bagus," ujarnya saat ditemui detikOto di bengkel Katros Garage, Jalan Cempaka Raya No.2, Rengas, Ciputat, Tangerang Selatan.

"Jadi untungnya sih pasti karena ini di bidang hobi kalau elu buka kustom elu punya usaha yang bisa jadi sekaligus hobi jadi enjoy ngejalaninnya, meskipun buka bengkel ini dari segi finansial nggak terlalu menguntungkan ya kalau menurut gue," tutur pria yang memiliki nama asli Andi Akbar ini.

Ateng dengan motor Kawasaki hasil modifikasinyaAteng dengan motor Kawasaki hasil modifikasinya Foto: Instagram/Katros Garage


Katros Garage sendiri berdiri sejak 2009, dimulai dari sebuah kesenangan dengan motor kustom, Ateng tidak langsung membuka bengkel, melainkan membuat sebuah blog mengenai motor-motor kustom.

"Karena suka nulis dulu gue jurnalis juga, jadi karena gua seneng ngeliat yang unik-unik gue bikin lah blog, itu isinya tentang motor-motor kustom, dari blog orang mikir gue bengkel kan, mulai ada yang nanya, terus masuk lah orderan pertama dari orang umum," ujar Ateng.

Bengkel Katros garage di CiputatBengkel Katros garage di Ciputat Foto: Khairul Imam Ghozali


Untuk lama modifikasi, Ateng mengatakan hal itu bukan tergantung jenis motor, melainkan model modifikasi yang diinginkan pengguna. "Seekstrem apa, sebanyak apa yang gue ubah, misalnya harus bikin sasis kah atau tadinya dia swing armnya biasa terus dia mau ganti yang pro arm, itu makin lama budget juga makin besar," ujarnya.

Jadi semakin ekstrem modelnya maka pengerjaan pun akan semakin lama. Sebab, lanjut Ateng mengatakan, di Katros Garage tidak melulu menerima pesanan kustom motor yang spesifikasinya ekstrim.

"Karena kalau misalnya speknya sudah terlalu tinggi gue juga kan setiap tahun bengkel nggak mungkin nerima spek yang sama ekstremnya pasti setahun itu paling cuma 2-3 motor, kalau gue ya yang ekstrim, karena jarang otomatis kan nggak biasa, nah otomatis coba-coba dulu, di-pasin dulu, itu sih yang bikin lama," kata Ateng.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed