Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 11 Oktober 2017, 16:42 WIB

Skuter Jadul dari Mesin Skutik Jepang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Skuter Jadul dari Mesin Skutik Jepang Foto: Rangga Rahadiansyah
Yogyakarta - Otolovers pencinta skuter jadul era 1940-1950-an dan ingin memiliki skuter jadul tersebut? Sekarang Otolovers bisa memilikinya, lho. Ruli Wood Custom dari Jepara membuat replika skuter-skuter jadul di bawah tahun 1960-an.

Ruli Krisnawan, penggawa Ruli Wood Custom, mengatakan pihaknya bisa membuat skuter jadul dari basis mesin skuter matik (skutik) yang ada saat ini. Misalnya, Otolovers punya mesin Yamaha Mio dan ingin dibuatkan model skuter jadul, bisa diwujudkan oleh Ruli Wood Custom.

"Motor matic sekarang dijadikan skuter jadul bisa. Saya sudah bikin, tapi belum kelar, mesinnya Yamaha Mio mau dibikin Lambretta Li. Kemarin cukup interest kok, orang Bandung, orang Kalimantan, mau ngirim mesin Vario, mau bikin mukanya Terrot belakangnya Lambretta," kata Ruli kepada detikOto.

Konsumen tinggal setor mesin skutik ke Ruli Wood Custom. Kalau tidak ada, mesin juga bisa disediakan dari Ruli Wood Custom.

"Kalau mesin dari customer ya tinggal potong harga standard mesinnya berapa," kata Ruli.

Memang skuter jadul ini dibuat dari pelat. Alhasil, bobotnya bisa jadi lebih berat daripada skutik Jepang.

"Kalau nanti terlalu berat, karena ini pakai pelat besi, mesinnya kita bore up, naikin cc-nya. Jadi biar ngangkat. Kenapa saya melirik ke Jepang, karena Vespa (2 tak) ini semakin susah. Kalau Jepang kan bahan bakunya melimpah, terus kepraktisannya," kata Ruli.

Hanya, kendala menggunakan mesin skutik Jepang ada pada karakter suara mesinnya. Jadi, mesinnya tidak seoriginal seperti skuter Jadul.

"Kalau mesinnya sama-sama dua tak nggak beda jauh, kalau empat tak suaranya jadi nggak kayak aslinya," sebut Ruli.

Soal harga, Ruli menyebut kembali lagi tergantung pada bahan dan pengerjaannya. Biasanya, kalau skuter Lambretta Li dipatok Rp 30-35 juta. Sementara skuter Terrot biasanya Rp 35-40 jutaan.

"Peminatnya banyak juga, terutama karena kan banyak yang suka pengin tampil beda, anak muda sampai orang tua. Saya pikir kita ingin ada sesuatu yang lebih, lebih ingin diperhatikan orang, ada suatu kebanggaan tersendiri," ujarnya. (rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed