"Pengerjaan di bengkel kami Insan Motor Bekasi, di Jati Asih. Bodi belakang kita potong habis ini," katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Bagian bodi belakang dikatakan Yustinus dirombak keseluruhan, sedangkan bagian depan motor, tangki bensin, speedometer, setang masih asli GSX-R150.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Khairul Imam Ghozali |
"Bodi slut-nya kita ganti, terus bodi belakang dudukan jok kita ganti pake karbon, asli karbon, sama side covernya itu plat 1,2 mili. Untuk mesin enggak diubah, tangki harus standar, speedometer asli cuma covernya dicopot, sama lampunya pakai day maker aftermarket, setang asli," tuturnya.
Foto: Khairul Imam Ghozali |
Untuk menyempurnakan kesan cafe racernya, bagian kaki-kaki pun diubah mulai dari shockbreaker, pelek, ban, dan lainnya.
"Pakai pelek after market, 4,5 inci belakang, 3,5 inci depan, ban 160/60/17 belakang, depan 170/70/17. Terus depan shocknya kita buat double disc, cuma sebelah kirinya kita enggak mainin, karena mepet waktunya. Knalpot custom, pakai stenlis, sama lampu belakangnya pakai LED 3 in 1, jadi lampu sein, stop lamp, sama lampu kotak jadi satu," tutur Yustinus.
"Spakbor depan ganti, sama shock depannya kita ganti pakai sistem yang braket lampunya jadi satu, jadi as-nya keliatan lebih besar, aslinya kan 31 mili, jadi antara 36-37 mili," tandasnya.
Foto: Khairul Imam Ghozali |
Namun motor yang dibuat hanya dalam waktu satu minggu tersebut bukan untuk dijual, melainkan hanya sebagai untuk pajangan, atau display dari Suzuki saja.
"Enggak itu cuma moodif show off saja, sebagai contoh GSX-R150 dan S150, khususnya bagi yang suka modifikasi, motor itu bisa dimodifikasi sedemikan rupa, tanpa batas," ujar Public Relation PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W, Rafi Al Gani, kepada detikOto.
(khi/ddn)












































Foto: Khairul Imam Ghozali
Foto: Khairul Imam Ghozali
Foto: Khairul Imam Ghozali
Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk