Namun sayang, nilai tukar yang bergejolak pada dolar ikut berdampak pada penjualan knalpot kustom. Seperti yang disampaikan Marketing Communication DRC Racing, Uung, di Yogyakarta.
"Pasar knalpot variasi saat ini memang lagi turun. Kalau penjualan turun saat ini, mungkin karena dolar," ujar Uung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun meski demikian dirinya menjamin, akan meningkatkan distribusi knalpot racing DRC di berbagai wilayah terutama kota-kota besar, meski harus mengorbankan biaya untuk promosi.
"Meski dolar terus meninggi, yang jelas promo kita masih agak jalan. Tapi memang budget harus dikurangi, semua ini dilakukan agar tidak memulangkan pekerja (PHK-Red)," ujar Uung.
Langkah mengurai budget menurut dirinya, juga dilakukan demi tidak mengurangi kualitas produk.
"Karena tidak mungkin kita mengurangi kualitas produk. Selain itu, di saat seperti ini kita memberikan produk yang lebih efisien. Seperti dengan melahirkan knalpot dengan berbabahan dasar monel, plat dan ini bisa memiliki setengah harga dari Stainless. Untuk knalpot yang berbentuk Stainless itu bisa mencapai Rp 1-3 juta, sedangkan untuk bahan plat itu hanya mencapai Rp 115-600 ribu," katanya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia