Namun seiring waktu, karya modifikator Indonesia bakal diakui. Apalagi beberapa di antara mereka sudah ada yang melanglang buana mengikuti kontes modifikasi.
"Builder Indonesia, ya semuanya itu bisa dibuktikan dengan seiring waktu (untuk dikenal atau se-level kelas dunia)," ujar modifikator asal Yogyakarta, dedengkot Retro Classic Cycle, Lulut Wahyudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh sebab itu tema retoris kita (ajang Kustomfest 2013), Kustom What? diangkat sebagai simbol perjuangan keberadaan kustom kulture di Indonesia, yang sedang bekerja keras untuk menemukan jati diri sebagai bangsa yang 'pembuat', bukan hanya sebagai negara 'pembeli'," katanya.
"Identitas kustom semoga bisa menjadi sebuah kebanggaan yang menyuarakan semangat berproses untuk melahirkan karya terbaik Indonesia," tambahnya.
Sehingga menurutnya jika suatu karya modifikasi yang tidak memiliki karakter akan hilan begitu saja.
"Kan karya itu, begitu karya itu fenomenal tetapi tidak punya kualitas, ya oke meledak tapi kemudian akan hilang. Ya karena orang sudah stuck aja gitu (kalau tidak ada kreasi atau inovasi terbaru)," tutupnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP