Senin, 11 Mei 2020 08:35 WIB

Pemerintah Dukung Modifikasi, Modifikator Bakal Diberi Sertifikasi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pameran modifikasi pertama di Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 resmi dibuka hari ini, Sabtu (17/11/2018) di Balai Kartini, Jakarta. Begini suasananya. Mobil-mobil modifikasi. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Modifikasi merupakan cara pencinta otomotif menyalurkan hobinya. Namun, kebebasan berekspresi dari para modifikator terkadang terbentur regulasi.

Pemerintah menganggap industri modifikasi kendaraan bermotor sebagai wadah kreativitas pencinta otomotif yang perlu didukung. Untuk itu, pemerintah menyiapkan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) yang beberapa waktu lalu telah disusun.

Penyusunan RSKKNI tersebut melibatkan beberapa modifikator dalam negeri serta pelaku dunia otomotif Tanah Air yang diinisiasi penuh oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Kemenperin RI secara simultan mendukung tumbuhnya industri modifikasi kendaraan di dalam negeri. Sebab, industri ini dinilai mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, serta memacu berkembangnya usaha sektor komponen kendaraan yang digarap sumber daya lokal.

Dengan asosiasi modifikator, NMAA, Kemenperin saat ini mendorong industri modifikasi Indonesia agar bertaji di negeri sendiri.

"Industri modifikasi itu komunitasnya terus berkembang. Salah satu indikasinya (Indonesia Modification Expo 2019) di Balai Kartini tahun kemarin pengunjungnya sangat ramai. Apalagi saat ini generasi milenial sedang tumbuh dan dibarengi dengan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk secara nasional, maka akan mendorong kegiatan penyaluran hobi seperti modifikasi dengan sangat positif," ucap Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin RI tertulis dalam siaran pers dari NMAA.

Untuk mewadahi modifikator, Kemenperin RI menginisiasi sertifikasi untuk modifikator-modifikator Indonesia.

"Kita akan secara simultan memberikan pelatihan dengan RSKKNI bidang modifikasi yang sedang disusun. Sehingga nantinya modifikator akan dapat tambahan ilmu yang akhirnya menjadi bisa mengembangkan komponen aftermarket lokal. Pada akhirnya konsumen pun puas karena tenaga kerja modifikator kita memiliki standarisasi kerja yang sama," tambah Putu.



Simak Video "Kontes Modifikasi Angkot, Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com