Mitsubishi Pajero Sport untuk Blusukan ke Pertambangan

Indonesia Automodified

Mitsubishi Pajero Sport untuk Blusukan ke Pertambangan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 21 Mar 2017 13:53 WIB
Mitsubishi Pajero Sport untuk Blusukan ke Pertambangan
Foto: Rangga Rahadiansyah
Surabaya -



SUV Mitsubishi Pajero Sport sejatinya sudah memiliki tampang khas mobil offroad. Tapi, versi standar saja dirasa kurang oleh Rendy Widodo, salah satu peserta di Indonesia Automodified (IAM) MBtech 2017 di Surabaya.

Pria asal Semarang itu tidak hanya menampilkan modifikasi Jazz balap di ajang ini. Kali ini dia juga memboyong modifikasi Pajero Sportlansiran 2016 yang biasa ia gunakan untuk blusukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini temanya offroad look. Tapi memang untuk offroad benaran. Saya sering buat ke proyek tambang pasir di Boyolali. Kuat ke mana-mana," kata Rendy kepada detikOto di arena Indonesian Automodified (IAM) MBtech 2017 seri Surabaya


1. Bodi jadi lebih tinggi

Foto: Rangga Rahadiansyah
Demi mengedepankan ketangguhan di medan offroad dan tampil makin gagah, bodi Pajero Sport ini naik 10 cm. Rendy menggunakan suspensi khas mobil offroad.

Mitsubishi Pajero Sport untuk Blusukan ke PertambanganFoto: Rangga Rahadiansyah



"Pakai shock breaker dari Amerika mereknya Ironman yang memang untuk offroad. Lalu pakai pelek ring 20, lebar 14 inci," ujar Rendy.

Mitsubishi Pajero Sport untuk Blusukan ke PertambanganFoto: Rangga Rahadiansyah

2. Tampilan gagah

Foto: Rangga Rahadiansyah
Tak hanya kaki-kaki, tampilan gagah dan mewah pun diperhatikan oleh Rendy. Menurutnya, mobil ini menggunakan bahan serat karbon putih di spion, diffuser depan dan roof rail-nya.

"Sama tambahan over fender. Kalau untuk ekstrem mungkin belum berani. Karena masih baru. Mobilnya belum ada setahun, karena saya lihat Pajero Sport ini cocok untuk dimodif. Waktu saya coba dulu jalan kebut enggak bisa anteng, sekarang jadi sama sekali enggak limbung, mungkin bantuan shock breaker itu juga," ucap Rendy.


3. Pengerjaan modifikasi

Foto: Rangga Rahadiansyah
Waktu pengerjaannya pun singkat. Rendy menghabiskan waktu sekitar 2 bulan. "Biayanya, untuk eksterior aja sekitar Rp 100 juta. Karena yang mahal memang suspensi dan pelek, impor dari Amerika," kata dia.
Halaman 2 dari 4
(rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads