"Konsepnya buat show car aja sih, campur-campur, tapi lebih ke Street Racing. Tapi dipakai sehari-hari juga jarang," ujarnya kepada detikOto, di Jakarta.
Bagian mobil yang diubah dikatakan Lim juga cukup banyak. Yang pertama untuk bagian luar mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bagian dalam mobil, Lim menambahkan beberapa bagian untuk memperkuat kesan street racing.
"Interior cukup banyak sih, kayak bucket seat Bride, Takata belt, Pedalsets-nya pakai Nismo, Defi & Viair gauges, Rollbar Seamless 304 sama Harnessbar ukurannya ukuran pipa FIA, terus X-Bar, lalu Bride interior suede material," tutur Lim.
Sedangkan pada bagian mesin, Lim juga cukup banyak melakukan perubahan. Tapi, mesin tidak menggunakan turbo.
"Lumayan banyak juga, tapi masih standar. Saya pakai HKS Racing Suction kit, HKS Grounding, Pivot Raizin, Nismo Radiator + Oil cap, Kansai full exhaust system Header - Resonator - center muff - Dual pipes muffler, Dastek unichip Q+, sama tambah Dastek Throttle module," tutur Lim.
Pengerjaan yang dilakukan Lim terbilang memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar satu tahun.
"Beda-beda bengkel sih ngerjainnya. Jadi pindah-pindah gitu bertahap. Rata-rata satu bengkel bisa 2 bulanan," ujar Lim.
Lim sendiri terbilang cukup banyak melakukan perubahan pada mobilnya. Namun dia jarang mengikuti ajang kontes modifikasi mobil.
"Jarang ikut kontes, paling yang meet up, lebih ke show car sih, ya tergantung tempatnya sih, kalau enggak jauh ya pengin aja," tambah Lim. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu