Seperti diberitakan Mirror, Sabtu (20/6/2015), sang istri, Robyn telah didiagnois menderita kanker payudara. Makanya, Mark memerlukan sebuah proyek untuk mengalihkan pikiran istrinya.
"Ini adalah taruhan yang aku tidak bisa tolak. Aku selalu mencintai mobil, dan istriku tahu itu. Itulah sebabnya dia menantang aku untuk membuatnya," ucap Mark.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 'mengupas' perahu, memberikan sentuhan eksterior dan interior termasuk lantainya, Mark mengombinasikan perahu itu dengan mobil yang terpisah. Bagian perahu yang tersisa hanyalah sasis, kursi dan motornya.
"Setelah semuanya ditelanjangi, aku harus menggabungkan dua kendaraan dan membuatnya bisa berjalan di jalan umum. Aku harus menambahkan lampu depan, lampu belakang, lampu sein, kaca depan, klakson, sabuk pengaman dan kaca spion," beber Mark.
Mark membangun mobil itu sejak tiga tahun yang lalu. Kini, dia suka menggunakan mobil perahu tersebut untuk mengelilingi sekitar kota kelahirannya di Atlanta, Georgia.
"Aku selalu dikerumuni di mana pun aku pergi. Orang-orang menyukainya, ini bukan mobil yang paling praktis di dunia tetapi kita tidak akan memiliki cara lain," jelas dia.
Bahkan, kata Mark, banyak yang sudah menawarkan mobil perahunya dengan harga tinggi. Namun, dia tetap setia dengan mobil buatannya ini.
"Ada yang mencoba membelinya dengan harga 19.500 poundsterling (Sekitar Rp 412 jutaan), tapi aku menolaknya datar. Empat anakku tidak akan senang jika aku berpisah dengan mobil perahu ini. Aku akan mewariskan mobil ini kepada mereka (anak-anaknya) ketika aku sudah tiada," ucapnya.
Tak puas menggarap mobil perahu, Mark punya ambisi lebih besar untuk proyek selanjutnya. Dia ingin menggarap mobil pesawat.
"Ini akan sulit tapi aku berharap bahwa aku akan mampu memadukan pesawat dan mobil pada akhir musim panas," katanya.
(rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk