Menurut Manager Kupu-kupu Malam Kunto Wibisono untuk memodifikasi mobil ini dibutuhkan waktu sekitar 1 bulan lamanya. Namun berapa biayanya dia tidak menyebutkan dengan pasti.
Saat penentuan finalis pekan lalu, Kupu-kupu Malam memenangkan 3 kategori yakni Best Interior, Best Audio Cosmetic, dan Best Bodykit. Mobil ini akan bersaing dengan Yaris 'Vitz' buatan bengkel modifikasi Signal Kustom Built untuk memperebutkan titel jawara Yaris Show Off 7 di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (4/2/2014) besok.
Yuk mari kita simak seperti apa dalaman Yaris dari Yogya ini:
|
|
Eksterior
|
|
Bodinya dimodif total dengan dihiasi dengan cat grafis plus lampu LED yang menyorot tajam. Yang unik lainnya adalah logo Toyota yang dibuat berwarna merah menyala.
Kaki-kakinya juga terlihat keren dengan penggunaan pelek besar buatan Soleil. Dengan penggunaan suspensi udara, bodi mobil bisa dibuat rebah atau naik ke atas.
Eksterior
|
|
Bodinya dimodif total dengan dihiasi dengan cat grafis plus lampu LED yang menyorot tajam. Yang unik lainnya adalah logo Toyota yang dibuat berwarna merah menyala.
Kaki-kakinya juga terlihat keren dengan penggunaan pelek besar buatan Soleil. Dengan penggunaan suspensi udara, bodi mobil bisa dibuat rebah atau naik ke atas.
Interior
|
|
Dengan aplikasi yang berbasis Android, untuk membuka pintu, atau mengganti ketinggian suspensi tinggal menyentuh layar tablet saja.
"Interior konsepnya lebih ke custom, untuk mendukung teknologinya kita pakai android. Lewat Android semua fungsi bisa untuk menyalakan lampu, suspensi, dan audio," ujarnya.
Interior
|
|
Dengan aplikasi yang berbasis Android, untuk membuka pintu, atau mengganti ketinggian suspensi tinggal menyentuh layar tablet saja.
"Interior konsepnya lebih ke custom, untuk mendukung teknologinya kita pakai android. Lewat Android semua fungsi bisa untuk menyalakan lampu, suspensi, dan audio," ujarnya.
Pakai Motor Listrik Lho!
|
|
Jadi mobil memiliki dua sumber penggerak, mesin bensin untuk roda depan, dan motor listrik untuk menggerakkan roda belakang. Namun Kunto tidak menyebut sistem ini sebagai hybrid.
"Konsepnya global yaris, global warming, jadi kita cari pilihan-pilihan yang ramah lingkungan. Ini kita sistem motor listrik terpisah, jadi bukan hybrid. Kalau hybrid kan saling mendukung. Kalau mobil kita terpisah, jadi ada tinggal dipilih mau pakai motor listrik atau mesin bensin," ujarnya.
Untuk memilih mode ini bisa dilakukan dengan memutar kenop di konsol di samping pengendara. Mau menggunakan sistem penggerak belakang atau depan, tinggal diputar saja. Canggih!
Motor listrik berkapasitas sekitar 30 kW dengan bobot sekitar 30 kg. Sementara baterai yang cukup berat sekitar 160 kg juga disimpan di dekat bagasi mobil.
Ketika baterai mulai habis, kita bisa memutar kenop lagi untuk menggunakan mesin bensin. Maka motor listrik akan menjadi generator untuk mengisi kembali baterainya.
"Motornya memang kita pengen yang kecil biar hemat.Β Sekali ngecas bisa 90 km dengan kecepatan kita batasi 60 km per jam. Kalau baterai habis, mesin bisa ngisi ke baterai, jadi sudah pakai sistem regeneratif," ujarnya.
Pakai Motor Listrik Lho!
|
|
Jadi mobil memiliki dua sumber penggerak, mesin bensin untuk roda depan, dan motor listrik untuk menggerakkan roda belakang. Namun Kunto tidak menyebut sistem ini sebagai hybrid.
"Konsepnya global yaris, global warming, jadi kita cari pilihan-pilihan yang ramah lingkungan. Ini kita sistem motor listrik terpisah, jadi bukan hybrid. Kalau hybrid kan saling mendukung. Kalau mobil kita terpisah, jadi ada tinggal dipilih mau pakai motor listrik atau mesin bensin," ujarnya.
Untuk memilih mode ini bisa dilakukan dengan memutar kenop di konsol di samping pengendara. Mau menggunakan sistem penggerak belakang atau depan, tinggal diputar saja. Canggih!
Motor listrik berkapasitas sekitar 30 kW dengan bobot sekitar 30 kg. Sementara baterai yang cukup berat sekitar 160 kg juga disimpan di dekat bagasi mobil.
Ketika baterai mulai habis, kita bisa memutar kenop lagi untuk menggunakan mesin bensin. Maka motor listrik akan menjadi generator untuk mengisi kembali baterainya.
"Motornya memang kita pengen yang kecil biar hemat.Β Sekali ngecas bisa 90 km dengan kecepatan kita batasi 60 km per jam. Kalau baterai habis, mesin bisa ngisi ke baterai, jadi sudah pakai sistem regeneratif," ujarnya.
Bisa Jalan Sendiri Pakai Remote Control
|
|
"Kita pakai remote control, jadi bisa jalan dari jauh," ujar Kunto.
Sayang saat mobil ini dilihat detikOto pekan lalu, tidak bisa diperagakan aksi jalan sendirinya, karena situasi di Epiwalk yang tidak memungkinkan.
Namun Kunto sempat memperlihatkan video Yaris yang berjalan sendiri di tabletnya. Yaris itu berada di bengkel dan langsung nurut begitu tangan memainkan remote control.
"Dengan modul remote itu mobil bisa belok kiri kanan. Setirnya bisa full muternya. Jadi kayak mainan remote, remotenya masih bisa dipakai di jarak 300 meter. Jarak standar untuk mobil RC," ujarnya.
Dengan menggunakan remote control, mobil hanya bisa berjalan sampai 30 km per jam.
Keren yak?
Bisa Jalan Sendiri Pakai Remote Control
|
|
"Kita pakai remote control, jadi bisa jalan dari jauh," ujar Kunto.
Sayang saat mobil ini dilihat detikOto pekan lalu, tidak bisa diperagakan aksi jalan sendirinya, karena situasi di Epiwalk yang tidak memungkinkan.
Namun Kunto sempat memperlihatkan video Yaris yang berjalan sendiri di tabletnya. Yaris itu berada di bengkel dan langsung nurut begitu tangan memainkan remote control.
"Dengan modul remote itu mobil bisa belok kiri kanan. Setirnya bisa full muternya. Jadi kayak mainan remote, remotenya masih bisa dipakai di jarak 300 meter. Jarak standar untuk mobil RC," ujarnya.
Dengan menggunakan remote control, mobil hanya bisa berjalan sampai 30 km per jam.
Keren yak?
Halaman 2 dari 10












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk