Buat detikers yang masih menabung untuk membeli kendaraan, tunggu akhir tahun ini dulu. Soalnya Big Bang Auto Festival bakal digelar kembali dengan konsep 'Cuci Gudang Otomotif Akhir Tahun'.
Dalam siaran resminya dijelaskan, pameran otomotif di bawah PT Expo Indonesia Jaya (Expoindo) ini akan berlangsung pada 25 Desember 2026 hingga 5 Januari 2027 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Big Bang Festival merupakan festival akhir tahun yang menggabungkan pameran cuci gudang, festival musik, kuliner, dan hiburan keluarga. Big Bang telah 8 kali diadakan di JIExpo Kemayoran, dengan total pengunjung mencapai 905 ribu orang pada tahun 2025 dan target sebanyak 1 juta pengunjung pada tahun 2026.
"Big Bang Festival memiliki karakter sebagai destinasi belanja dan hiburan akhir tahun. Kami melihat peluang untuk membawa otomotif ke dalam pengalaman tersebut, sehingga masyarakat yang datang untuk berbelanja atau menikmati hiburan juga bisa mengenal berbagai pilihan kendaraan," ujar Founder Rev Matrix Factory (RMF), Rudi MF.
Sebagai catatan, Big Bang Auto Festival dikembangkan dan dijalankan oleh Rev Matrix Factory (RMF) sebagai Exclusive Automotive Partner Expoindo, berkolaborasi dengan beragam stakeholder, salah satunya dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) untuk menghadirkan program otomotif yang memadukan aktivitas penjualan dengan edukasi kendaraan listrik.
"Di sisi lain, kami juga ingin menghadirkan pilihan otomotif yang relevan dengan kebutuhan konsumen, termasuk motor di bawah Rp 50 juta dan mobil di bawah Rp 500 juta dan beragam aksesoris dan sparepart otomotif dengan harga cuci gudang. Melalui ekosistem Big Bang Festival, terbuka peluang untuk menghubungkan promosi otomotif dengan produk elektronik, lifestyle, dan kategori lainnya. Harapannya, pengunjung mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih lengkap, sementara industri memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen baru," lanjutnya.
Selanjutnya dijelaskan, peluncuran Big Bang Auto Festival 2026 turut menghadirkan perwakilan Kementerian Perhubungan serta PT PLN yang memberikan perspektif mengenai pentingnya kolaborasi, pengembangan pasar, dan kesiapan ekosistem pendukung kendaraan listrik di Indonesia.
Dari sisi pemerintah, Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung pengembangan industri dan ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Pengembangan kendaraan listrik memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, industri otomotif, akademisi, lembaga pengujian, maupun masyarakat. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang didukung oleh regulasi, layanan pengujian yang efisien, pemenuhan persyaratan teknis, dan penguatan infrastruktur pendukung." uja Direktur Sarana Transportasi Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho.
Simak Video "Video: Prabowo Beri Pembekalan ke Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo"
(lth/rgr)