Toyota Veloz Hybrid telah meluncur di Indonesia sejak akhir 2025. Namun, hampir setahun berselang, mobil tersebut belum juga diekspor ke luar negeri.
Padahal, Toyota Veloz versi bensin menjadi salah satu model yang paling banyak diekspor dari Indonesia. Lantas, kenapa versi hibridanya belum ikut dikirim ke pasar global?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus memenuhi permintaan domestik. Namun, peluang ekspor di masa depan masih terbuka lebar.
"Untuk saat ini, Veloz Hybrid masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Ke depan, kami tetap terbuka untuk melihat peluang ekspor, tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, serta permintaan di masing-masing pasar," ujar Winaya di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).
Toyota Veloz Hybrid belum diekspor ke luar negeri. Foto: Pradita Utama/detikFoto |
Toyota memang sudah mengekspor sejumlah mobil yang diproduksi di Indonesia. Hingga Agustus 2026, model yang dikirim ke pasar global antara lain Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya/Wigo. Dari daftar tersebut, Avanza/Veloz menjadi model dengan jumlah ekspor terbanyak.
"Sampai dengan bulan Agustus tahun ini, model-model kendaraan Toyota yang diekspor dari Indonesia di antaranya adalah Toyota Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, dan Agya/Wigo, dengan jumlah terbanyak dibukukan oleh Toyota Avanza/Veloz," kata dia.
Sebagai catatan, Veloz Hybrid saat ini diproduksi di Plant 2 Karawang, Jawa Barat. Kendaraan tersebut punya tingkat kandungan lokal atau TKDN hingga 65 persen. Menariknya, sejak meluncur November tahun lalu hingga Agustus 2026, Veloz Hybrid sudah diproduksi sebanyak 15 ribuan unit.











































