Mobil plug in hybrid electric vehicles (PHEV) membetot perhatian masyarakat Indonesia. Penjualan per Juli mencapai 1.973 unit unit, turun dari bulan sebelumnya 2.403 unit.
Berdasarkan data wholesales (pabrik ke dealer), BYD M6 masih menjadi juara tak tertandingi di segmen PHEV pada Juli 2026. MPV PHEV asal Tiongkok ini terjual 1.437 unit, atau menguasai lebih dari 70 persen total penjualan PHEV bulan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominasi BYD M6 ini konsisten dengan tren beberapa bulan terakhir. Model ini secara rutin menjadi kontributor terbesar penjualan PHEV nasional.
Penjualan ini terbilang menarik. Berbeda dengan mobil listrik murni (BEV) yang dimanjakan berbagai stimulus, segmen PHEV mencatatkan pertumbuhan tinggi meskipun pemerintah tidak memberikan insentif khusus untuk jenis kendaraan tersebut.
Di posisi kedua, Chery Tiggo 8 mencatatkan penjualan 239 unit, jauh di bawah BYD M6 namun tetap solid sebagai SUV PHEV andalan Chery di Indonesia.
Sementara itu, Wuling nggak tinggal diam meramaikan segmen PHEV. Lewat Eksion, Wuling berada di peringkat tujuh dengan torehan 35 unit.
Dominasi merek asal Tiongkok di segmen PHEV Indonesia terlihat nyata.
Changan menutup posisi 10 besar lewat produk Deepal S05. Mobil ini tercatat penjualanya sebanyak 16 unit.
Daftar penjualan mobil PHEV di Indonesia per Juli:
1. BYD M6 DM- 1.437
2. Chery Tiggo 8 - 239
3. Jetour T1 DM - 59 unit
4. Chery Tiggo 9 - 50 unit
5. Jaecoo J7 SHS - 42 unit
6. Geely Starray EM-i Max: 40 unit
7. Wuling Eksion - 35 unit
8. Jetour T2 i-DM - 59 unit
9. Jetour T1 i-DM - 26 unit
10. Changan Deepal S05 REEV Max - 16 unit










































