Volkswagen (VW) meramal penjualan mobil bensin di dunia akan mengalami penurunan drastis dalam 10 tahun mendatang. Sebab, selain populasi kendaraan listrik meningkat, ada sejumlah aturan yang melarang mobil bensin beredar di masa depan.
Disitat dari Carscoops, Martin Sander selaku Dewan Direksi Pemasaran dan Purna Jual VW mengatakan, dunia memang mengarahkan industri untuk beralih dari mobil bensin ke mobil listrik. Itulah mengapa, jangan heran, jika populasi kendaraan konvensional tersebut mengalami penyusutan.
"(Penjualan mobil bensin hanya akan tersisa) tiga, empat atau lima persen pada 2035," ujar Martin Sander, dikutip Selasa (8/6).
Menurut dia, ketika mobil listrik sudah mendominasi jalan raya, maka mobil bensin terlihat seperti kereta kuda di abad 20-an. Kendaraan nonelektrik terlihat seperti kuno alias ketinggalan zaman.
Namun, dia mengkritik cara dunia mendorong manusia pindah ke mobil listrik. Alih-alih memperbanyak infrastruktur, petinggi-petinggi negara justru membuat larangan mobil bensin hingga waktu tertentu.
"Inilah mengapa saya membenci diskusi tentang larangan mobil ICE (mesin pembakaran internal)," tuturnya.
"Semua orang hanya berbicara tentang larangan ICE. Bagaimana Anda meyakinkan pelanggan tentang teknologi baru jika Anda hanya berbicara tentang 'kapan mobil bensin tak boleh lagi dijual', kendaraan yang telah ada sejak beberapa dekade terakhir," tambahnya.
Sander percaya, seiring berjalannya waktu, makin banyak pelanggan yakin membeli kendaraan listrik jika hambatan kepemilikan, seperti peningkatan infrastruktur pengisian daya, dihilangkan.
"Mari kita bicarakan apa yang perlu kita lakukan untuk benar-benar meyakinkan pelanggan: infrastruktur pengisian daya; bicarakan secara positif tentang keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin lakukan sesuatu terkait harga energi," kata dia.
Simak Video "Video Mobil Listrik Masih Dapat 'Privilege' di Jakarta"
(sfn/rgr)