Penjualan Mobil Malaysia Naik, Nyaris Salip Indonesia

Penjualan Mobil Malaysia Naik, Nyaris Salip Indonesia

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 24 Feb 2026 13:19 WIB
Foto udara sejumlah mobil terparkir di salah satu gudang distributor mobil baru di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (29/11/2024). Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Oktober 2024 jumlah total penjualan
Ilustrasi penjualan mobil. Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Jakarta -

Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA) merilis data penjualan kendaraan bulan Januari 2026. Malaysia mencatat kenaikan penjualan mobil pada Januari 2026 dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Dikutip media lokal Malaysia, Paultan, Asosiasi Otomotif Malaysia mencatat, sebanyak 64.298 unit mobil baru dikirim ke konsumen di Malaysia. Angka itu memang turun 29 persen dibanding Desember 2025 yang tercatat sebanyak 90.716 unit, tapi sedikit lebih tinggi dibanding Januari 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara year on year (YoY), angka penjualan Januari 2026 di Malaysia melonjak 27 persen dibandingkan Januari 2025 (50.449 unit). Peningkatan penjualan itu disebabkan oleh efek limpahan dari peluncuran model baru yang terjadi menjelang akhir tahun 2025.

Penjualan mobil di Malaysia pada Januari 2026 yang sebanyak 64.298 unit itu hampir menyalip penjualan mobil di Indonesia. Sebagai perbandingan, penjualan mobil di Indonesia secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) mencapai 66.447 unit dan 66.936 unit secara retail (dari dealer ke konsumen).

ADVERTISEMENT

Dalam setahun penuh 2025, penjualan mobil di Malaysia juga hampir menyalip Indonesia. Pada tahun 2025, Malaysia Automotive Association (MAA) mencatat ada 820.752 unit mobil yang terjual atau naik 0,5 persen dibandingkan tahun 2024. Sedangkan di Indonesia, penjualan secara retail tembus 833 ribu.

"Saya mendengar laporan dari teman-teman Gaikindo bahwa penjualan otomotif di Malaysia itu mungkin sudah mendekati penjualan otomotif di Indonesia atau bahkan mungkin juga sudah melewati. Dan ini merupakan sebuah alarm bagi kita, bagi Indonesia. Alarm," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Selisih yang hanya belasan ribu unit ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar di kawasan ASEAN. Agus melihat sejatinya masih ada celah besar yang bisa dimanfaatkan Indonesia. Salah satunya adalah rendahnya angka rasio kepemilikan mobil di tanah air.



(rgr/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads