Jetour tak hanya ingin numpang lewat di Pasar Indonesia, tetapi datang dengan visi jangka panjang yang jelas. Bahkan, Jetour siap membawa roadmap lima tahun ke depan yang mencakup pengembangan lini produk berbasis mesin bensin, plug-in hybrid, dan kendaraan listrik murni.
"Ini bukan keputusan instan, melainkan hasil dari riset pasar yang mendalam dan pemahaman terhadap dinamika industri otomotif Indonesia yang sangat unik," kata Vice President Sales and Marketing PT Jetour Motor Indonesia Caroline Ling dalam keterangannya.
Mobil Jetour itu akan diproduksi secara lokal, di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM). Lewat strategi 'Travel+', Jetour tak hanya jualan mobil, tapi bangun pengalaman berkendara jangka panjang di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjawab kebutuhan konsumen yang makin rasional dalam mempertimbangkan total biaya kepemilikan, Jetour menerapkan strategi harga kompetitif, biaya perawatan terukur, dan layanan purnajual yang transparan.
Jetour telah memiliki 16 showroom, yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bandung, Pontianak, Makassar, Batam, Semarang, Lampung, Surabaya, dan Pekanbaru. Hingga akhir tahun 2025, JETOUR menargetkan untuk mencapai 30 titik showroom di berbagai kota di Indonesia.
"Kami percaya bahwa setiap model yang kami hadirkan harus relevan dengan kebutuhan aktual konsumen, baik dari sisi teknologi, efisiensi, gaya hidup, hingga pertimbangan daya beli. Komitmen kami adalah menghadirkan pilihan yang berkelanjutan, kompetitif, dan tetap mencerminkan standar kualitas global. Bagi Jetour, Indonesia bukan sekadar pasar, tetapi mitra strategis dalam membangun masa depan mobilitas regional," ujar Caroline Ling.
(anl/ega)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus